Penghargaan Top 100 IPB Alumni Prominent untuk Tokoh Nasional

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas, menerima penghargaan bergengsi Top 100 IPB Alumni Prominent dalam kategori Lembaga Legislatif dan Politik Nasional. Penghargaan ini diberikan oleh Himpunan Alumni (HA) IPB University dalam rangkaian acara Pesta Rakyat, Alumni IPB Pulang Kampus (PRA IPK) yang diselenggarakan di Bogor, Jawa Barat.
Penghargaan ini ditujukan kepada 100 alumni terkemuka IPB yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi bangsa di berbagai bidang strategis, baik nasional maupun internasional. Acara tersebut menjadi momen penting untuk mengapresiasi peran alumni IPB dalam membangun bangsa.
Dalam sambutannya, Ibas—yang merupakan lulusan S3 IPB University—menyampaikan refleksi mendalam tentang pentingnya cara berpikir ilmiah dalam pengambilan keputusan publik. Ia menekankan bahwa proses belajar dan penelitian tidak selalu menghasilkan jawaban yang sesuai dengan dugaan awal.
“Kita semua pernah belajar bahwa hasil penelitian tidak selalu sesuai hipotesis. Tetapi justru dari situlah ilmu berkembang,” ujar Ibas, yang juga merupakan alumni 12 SB IPB tersebut. Ia menambahkan bahwa kehadiran alumni IPB selalu membawa orang-orang hebat.
Menurut Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut, tantangan yang dihadapi bangsa masih besar. Ibas menyatakan bahwa bangsa yang besar membutuhkan keputusan yang tepat, rasional, dan berbasis ilmu pengetahuan, bukan keputusan yang tergesa-gesa atau emosional.
Ibas mengutip pemikiran Daniel Kahneman, pemenang Nobel Ekonomi, dalam bukunya Thinking, Fast and Slow. Daniel Kahneman mengingatkan bahwa keputusan yang diambil terlalu cepat dan emosional sering kali keliru dan bisa jadi salah. Oleh karena itu, pembangunan bangsa berkelanjutan dan berkeadilan harus dibangun dengan pemikiran yang tenang, mendalam, dan berbasis data.
Anggota Dapil Jawa Timur VII dari Partai Demokrat ini menekankan bahwa peran alumni perguruan tinggi, khususnya IPB University, sangat strategis dalam memastikan arah pembangunan nasional tetap berada di jalur yang berkelanjutan dan berkeadilan.
“Bangsa ini membutuhkan pemimpin dan pengambil kebijakan yang berpikir jernih, rasional, dan berlandaskan ilmu,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Ibas yang juga Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penerima Top 100 IPB Alumni Prominent Awards 2025. Ia menegaskan bahwa dalam peran apa pun yang dijalani, alumni IPB harus senantiasa menjaga integritas dan nilai-nilai kebangsaan.
“Iya yakin dalam peran apapun, sebagai pengingat, alumni IPB University mampu serta terus menjaga integritas, nilai Pancasila, dan kepentingan rakyat sebagai tujuan,” pesan Ibas yang disambut senyuman hadirin.
Selamat kepada para penerima penghargaan. Maju terus IPB University: Inspiring Innovation with Integrity,” tutup Edhie Baskoro.
Penghargaan malam itu juga terasa istimewa dengan dianugerahkannya Top 100 Alumni Super Prominent kepada Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal ini menegaskan dedikasi keluarga Yudhoyono yang secara konsisten memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa melalui jalur kepemimpinan dan kebijakan publik.
Dalam sambutannya, SBY menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi almamater dan bangsa.
“Saya akan pertanggungjawabkan penghargaan ini, dan Insya Allah saya akan terus do something untuk almamater tercinta. Saya akan terus do something untuk our beloved country, dan do something for a better world,” ujar SBY.
SBY mengungkapkan bahwa pengalaman akademiknya di IPB University pada periode 2001–2004 menjadi fondasi penting dalam pemikiran pembangunan yang ia jalankan saat memimpin Indonesia. Meskipun lebih bersifat economics dalam arti yang luas, dengan kajian dan studi kasus di bidang pertanian, ia bangga atas apa yang ia raih di IPB.
Lebih lanjut, SBY menjelaskan bahwa disertasi S3 yang ia susun di IPB berjudul Upaya Mengurangi Kemiskinan dan Pengangguran melalui Pembangunan Pertanian dan Perdesaan: Ekonomi Politik Kebijakan Fiskal menjadi dasar penyusunan visi, misi, serta peta jalan pembangunan ekonomi nasional ketika ia mencalonkan diri sebagai Presiden pada 2004.
“Itulah yang menjadi cikal bakal visi dan misi saya, dan kemudian menjadi bagian utama dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional,” tuturnya.
Menurut SBY, pendekatan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan yang mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi, pemerataan, penciptaan lapangan kerja, serta keberlanjutan lingkungan semakin relevan di tengah tantangan global. Dia pun merekomendasikan agar IPB University mengembangkan pusat kajian yang mengintegrasikan kemakmuran dan keberlanjutan sebagai model pembangunan masa depan.
Sementara itu, Rektor IPB University PAW 2025–2028, Dr. Alim Setiawan Slamet menyampaikan kebanggaannya terhadap kiprah alumni IPB di berbagai sektor. “Alumni IPB bisa bekerja di bidang mana saja, apalagi di bidang pertanian,” pungkasnya, menegaskan luasnya kontribusi lulusan IPB dalam pembangunan bangsa.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar