Peran swasta kuat, pertumbuhan ekonomi 5% 2026 tercapai mudah

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tahun 2026

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2026 yang diperkirakan mencapai sekitar 5 persen dinilai oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sebagai target yang relatif mudah untuk dicapai. Hal ini didasarkan pada peran kuat sektor swasta dan konsumsi rumah tangga dalam struktur Produk Domestik Bruto (PDB). Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kadin Indonesia, Aviliani, menjelaskan bahwa kontribusi APBN terhadap PDB hanya sekitar 8,7 persen, sementara investasi mencapai sekitar 30 persen dan konsumsi mendominasi dengan porsi 57 persen.

"Jadi ini menunjukkan bahwa kenapa Indonesia untuk 5 persen (pertumbuhan ekonomi) saja. Kalau tadi saya diskusi dengan beberapa teman, pemerintah tidur aja 5 persen itu bisa tumbuh. Itu adalah peran daripada sektor swasta dan tentunya adalah masyarakat," ujar Aviliani dalam acara Kadin: Global & Domestic Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Dominasi Investasi dan Konsumsi

Aviliani menilai dominasi investasi dan konsumsi tersebut membuat pertumbuhan ekonomi di level 5 persen terjadi secara alami. Namun, ia mengingatkan adanya persoalan struktural pada sisi konsumsi dalam negeri yang perlu menjadi perhatian serius. Di mana kelompok menengah bawah yang jumlahnya mencapai sekitar 75 juta orang justru mengalami penurunan pendapatan dan hanya menyumbang 17 persen konsumsi terhadap PDB.

"Sedangkan yang sekarang sudah punya masalah yaitu menengah bawah yang mereka punya penurunan pendapatan. Itu mereka kontribusinya hanya sebesar 17 persen. Tapi orangnya jumlahnya 75 juta orang gitu," jelas Aviliani.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi sektor swasta, termasuk Kadin, untuk membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja agar kelompok menengah bawah dapat naik kelas secara ekonomi. Di samping itu, kelompok masyarakat terbawah yang berjumlah sekitar 25 juta orang dinilai relatif tak menghadapi persoalan besar karena mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah.

Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen Ter Capai?

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal International Economic Association, Lili Yan Ing, menilai target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 5,4 persen tahun 2026 masih memungkinkan dicapai, namun tidak bisa terus bergantung pada konsumsi rumah tangga.

"Sebetulnya begini, perekonomian Indonesia 50 persen kalau kita lihat 25 tahun terakhir ya, itu PDB Indonesia atau total GDP Indonesia 50 persen itu disumbang oleh konsumsi," jelas Lili.

Katanya, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan hanya bisa dicapai melalui peningkatan investasi, ekspor, dan peran sektor swasta.

"Untuk pemerintah apakah bisa 5 persen? Tentu saja bisa bila pemerintah melakukan ekstra untuk melakukan reformasi terutama di bidang ekspor, impor dan juga investasi," tandasnya dia.

Proyeksi Anggaran Negara Tahun 2026

Secara keseluruhan, belanja negara pada APBN 2026 ditetapkan Rp 3.842,7 triliun, pendapatan negara diperkirakan mencapai sebesar Rp 3.153,6 triliun, dan defisit 2,68 persen PDB. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4 persen dengan inflasi akan dikendalikan di level 2,5 persen. Lalu dari sisi suku bunga SBN dijaga di sekitar 6,9 persen, dan nilai tukar berada di sekitar Rp 16.500 per dollar AS.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan