Perbandingan Harga Pick Up India dan Lokal: Mana Lebih Murah?


Ratusan unit mobil pikap asal India yang diimpor oleh PT Agrinas Pangan Nusantara telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada Rabu (25/2) pagi. Hingga akhir bulan ini, sekitar 1.000 unit dari total 105 ribu unit pikap yang diimpor untuk Koperasi Desa Merah Putih akan tiba di Indonesia.

Pengadaan kendaraan tersebut dilakukan melalui dua perusahaan asal India, yaitu PT Tata Motors dan Mahindra Ltd. Dalam kontrak dengan Agrinas, Tata Motors akan menyediakan masing-masing 35 ribu unit pikap Yodha dan 35 ribu truk T.7 Light Truck ke anak perusahaannya, PT Tata Motors Distribusi Indonesia. Sementara itu, 35 ribu unit Scorpio Pick Up akan disuplai oleh perusahaan Mahindra & Mahindra Ltd.

PT Agrinas Pangan Nusantara mengklaim bahwa pengadaan impor 105 ribu unit pikap ini membantu efisiensi anggaran. Joao, perwakilan perusahaan, menjelaskan bahwa efisiensi berasal dari pengadaan sarana dan prasarana proyek KDMP yang bersumber dari pinjaman Bank Himbara sejak Oktober tahun lalu.

“Dengan pengadaan sarana-prasarana ini, Agrinas Pangan bisa melakukan efisiensi sebesar Rp 46 triliun,” kata Joao dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Timur, Selasa (23/2).

Dalam dokumen yang ditunjukkan Joao, total nilai pengadaan berdasarkan harga e-catalog mencapai Rp 121,25 triliun. Namun, melalui proses negosiasi dan kontrak langsung, Agrinas berhasil menekan nilai kontrak menjadi Rp 74,71 triliun.

Dengan demikian, terdapat selisih sebesar Rp 46,54 triliun antara harga e-catalog dan nilai kontrak aktual. Selisih tersebut diklaim sebagai bentuk efisiensi yang berhasil dicapai dalam proses pengadaan.

Joao juga menyatakan bahwa Agrinas telah mengundang sejumlah produsen mobil pikap dalam negeri yang mungkin bisa menyuplai kebutuhan kendaraan tersebut. Salah satu produsen yang diundang adalah Grup Astra untuk membahas produk kendaraan roda enam atau truk milik mereka.

Dalam beberapa pertemuan yang sudah berlangsung, Astra menawarkan sejumlah merek seperti Isuzu, Isuzu Imex, Hilux, Hilux Rangga, dan Suzuki. Meskipun banyak menawarkan merek, menurutnya tidak ada yang bisa memenuhi kebutuhan Agrinas. Contohnya, Hilux Rangga hanya mampu memproduksi sebanyak 400 unit per bulannya.

“Harganya untuk 4x2 yang ditawarkan sekitar 25% lebih mahal dari tawaran kompetitor yang akhirnya berkontrak dengan kami,” ucapnya.

Selain Astra, Agrinas juga mengundang produsen mobil Krama Yudha. Merek tersebut menawarkan produk truk roda 6. Agrinas dan Krama Yudha akhirnya sepakat untuk melakukan perjanjian suplai kebutuhan 20.600 unit truk roda enam untuk KDMP.

Kesepakatan suplai juga tercapai antara Agrinas dengan produk Cina bernama Foton Aumar. Merek tersebut akan menyuplai 13.500 unit mobil pick up untuk KDMP.

Perbandingan Harga Pikap Impor India dan Produk Lokal

Berikut beberapa perbandingan harga pikap India dengan produksi lokal:

  • Tata Yodha
  • CNG: 977.885 rupee atau setara Rp 180.912.636
  • Diesel: 1.044.806 rupee atau setara Rp 193.293.289

  • Mahindra Scorpio Pick Up

  • Single Cabin ditawarkan Rp 278 juta
  • Double Cabin setara Rp 318 juta

  • Isuzu Traga

  • Flat Deck: Rp 283.000.000
  • Box Semi Aluminium: Rp 324.000.000
  • Box Full Aluminium: Rp 330.000.000

  • Mitsubishi L300

  • Pikap Flat Deck: Rp 241.600.000
  • Cab Chassis: Rp 239.100.000

  • Suzuki Carry

  • Mulai Rp 170 jutaan

  • Granmax Pick Up

  • Rp 167 juta

  • Isuzu Traga Pick Up

  • Harga antara Rp 295-297 juta per unit

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan