
aiotrade.CO.ID – JAKARTA.
Di tengah penurunan penyaluran kredit sepanjang 2025, profitabilitas perbankan terus menghadapi tekanan. Namun, bank masih optimis mampu menjaga pertumbuhan laba di tahun ini.
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio pengembalian aset atau return of assets (ROA) industri perbankan pada November 2025 mengalami penurunan menjadi 2,51%. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan posisi pada Oktober 2025 yang berada di 2,52%, dan turun dari 2,69% pada Desember 2024.
Penurunan ROA ini menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki semakin menurun. Hal ini berkaitan erat dengan fungsi intermediasi bank dalam menyalurkan pembiayaan dan menjaga beban biaya dana.
Tren penyaluran kredit juga tetap dalam kondisi yang tidak begitu kuat. Pada November 2025, pertumbuhan kredit industri hanya mencapai 7,74% secara tahunan (year-on-year/YoY), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada November 2024 yang mencapai 10,79% YoY.
Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, melihat tren penyaluran kredit yang landai sejalan dengan lesunya daya beli masyarakat. Hingga November 2025, CIMB Niaga menyalurkan total kredit sebesar Rp 218,34 triliun, hanya tumbuh 1,76% YoY.
Per kuartal III-2025, posisi ROA bank ada di level 2,50%, turun dari 2,59% pada periode yang sama sebelumnya. Meski demikian, Lani memastikan bahwa hingga akhir tahun 2025, laba bank masih berhasil tumbuh. “Secara profit kami berhasil mempertahankan pertumbuhan tahunan,” kata Lani kepada aiotrade, Senin (19/1/2026).
Laba bersih bank pada November 2025 masih tumbuh sebesar 5,19% YoY. Sejalan dengan tren tersebut, Lani menyatakan pihaknya tetap menetapkan target pertumbuhan laba yang moderat. Untuk kredit, targetnya kurang lebih sama dengan pertumbuhan tahun ini di kisaran 4,5%.
Di sisi lain, Bank Tabungan Negara (BTN) tetap optimistis mematok target laba di level double digit untuk 2026. Tidak heran, hingga November 2025 saja laba bersih BTN berhasil tumbuh 21,10% menjadi Rp 2,91 triliun.
Meskipun hingga September 2025, tingkat ROA BTN masih rendah di 0,80%, angka ini mencerminkan peningkatan dari 0,77% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Target pertumbuhan kredit BTN dipatok di kisaran 10% hingga 12%.
Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, optimistis target ini bisa dicapai dengan dukungan dua produk andalan bank, yaitu fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan kredit program perumahan (KPP).
Dari sisi bank kecil, OK Bank justru berhasil mencetak pertumbuhan laba yang lebih masif. Direktur OK Bank, Efdinal Alamsyah, mengungkapkan bahwa laba bank hingga akhir Desember 2025 melonjak hingga 228,39% YoY.
Pada 2026, bank tetap optimistis pertumbuhan laba akan bergerak positif sejalan dengan target ekspansi kredit di kisaran 10%. Selain itu, Efdinal menyebut bahwa penurunan biaya dana dan efisiensi operasional akan mendukung capaian laba tahun ini.
Namun, pihaknya tetap mencermati sejumlah risiko. Misalnya, tekanan margin, kompetisi penjaringan dana pihak ketiga (DPK), penurunan kualitas kredit, terutama pada segmen produktif dan UMKM, serta volatilitas nilai tukar yang bisa memengaruhi biaya dana dan risk appetite.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar