
aiotrade, BAUBAU - Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka ungkap alasan perekonomian tidak optimal hingga adanya ketimpangan antara wilayah daratan dan kepulauan di Sultra.
Menurutnya, dari segi potensi, Provinsi Sultra sejajar dengan provinsi maju lainnya di Indonesia.
Namun persoalan infrastruktur untuk memaksimalkan potensi tersebut masih terbatas.
Ia berpendapat alasan itulah yang membuat ekonomi Sulawesi Tenggara berjalan dengan tidak optimal.
“Pada kenyataannya infrastruktur kita masih terbatas, akibatnya transportasi yang ada di daerah khususnya kepulauan itu tidak terdistribusi dengan baik,” ujarnya dalam sambutan saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kementerian Agama atau Kemenag Sultra di Nirwana Buton Villa Kecamatan Betoambari Kota Baubau, Kamis (8/1/2026) malam.
Gubernur Sultra menyebut perkembangan daerah juga bergantung pada pembangunan infrastruktur.
Sebab itu, ke depan pihaknya berupaya meningkatkan infrastruktur, salah satunya melalui pembangunan jalan raya 50 kilometer.
“50 KM itu akan kita bagi 60 persen ada di kepulauan dan 40 persen berada di daratan,” bebernya.
Ia juga membeberkan banyak pelabuhan di Sultra dalam kondisi tidak layak.
Padahal pelabuhan menjadi jalur keluar masuk untuk perekonomian daerah.
Maka dari itu, perbaikan pelabuhan yang dimiliki Sultra saat ini menjadi prioritas pemerintah di tahun 2026.
"Jika Kota Baubau ingin lebih berkembang, indikator perekonomian ada di pelabuhan dan bandara, 2 sektor ini harus ditingkatkan. Untuk bandara harus ditambah runaway -nya, jika ditambah maka pesawat badan lebar itu bisa mendarat,” jelasnya.
Selain infrastruktur, menurutnya sumber daya manusia juga harus ditingkatkan melalui pendidikan.
ASR, akronim Andi Sumangerukka, menegaskan tahun 2027, Pemprov akan menganggarkan biaya untuk pendidikan 100 siswa ke Jepang, Singapura, dan Australia.
“Karena sekolah di luar bukan hanya teknologinya, pengetahuan, tetapi jaringannya didapatkan di situ, makanya saya katakan coba anggarkan mereka agar difasilitasi bisa keluar,” tambahnya.
“Apapun yang saya lakukan jika tidak diawali dengan sistem, saya yakin kemajuan dan kesejahteraan tidak akan kita raih,” tutupnya.
Untuk diketahui, Rakerwil Kemenag Sultra yang dihadiri ASR, juga dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Ketua DPRD Sultra, La Ode Triala, Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios hingga Bupati Muna, Bachrun serta seluruh Kemenag wilayah Sulawesi Tenggara.
Rakerwil tersebut mengusung tema “Menggagas Umat Masa Depan: Antara Idealita dan Realita”.
Rakerwil dilakukan untuk perumusan strategi dan inovasi tahun mendatang dengan menyesuaikan kebutuhan wilayah.
Berbagai isu mulai dari kerukunan umat, pencegahan terorisme serta lainnya. Pula evaluasi kinerja pada tahun sebelumnya.(*)
(aiotrade/Harni Sumatan)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar