Pernyataan Airlangga tentang Persetujuan Israel Bergabung ke OECD

Persetujuan Semua Negara Anggota OECD Dibutuhkan untuk Bergabung

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan persetujuan dari semua negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) agar dapat bergabung dengan organisasi internasional tersebut. Salah satu syarat penting adalah adanya persetujuan dari Israel, yang merupakan salah satu dari 38 negara anggota tetap OECD.

Airlangga menjelaskan bahwa sikap Indonesia terhadap peluang normalisasi hubungan dengan Israel masih konsisten dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September 2025 lalu. Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia akan mengakui Israel sebagai negara jika Israel menyatakan Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

“Bapak Presiden sudah jelas dalam pidato di PBB, dan saya pikir itu sudah jelas bahwa apabila Israel menyelesaikan isu secara politik dengan Palestina, maka di situlah proses mengenai Indonesia,” ujar Airlangga kepada wartawan saat konferensi pers di kantornya, Kamis, 11 Desember 2025.

Proses Aksesi Indonesia ke OECD

Indonesia sedang menjalani proses aksesi ke OECD. Sejak 2007, Indonesia telah menjadi mitra kunci OECD. Pengajuan sebagai anggota penuh dimulai sejak pertengahan 2023 dan resmi menjadi kandidat aksesi pada 2024.

Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara ASEAN pertama yang masuk ke proses aksesi OECD. Namun, ia juga menegaskan bahwa beberapa negara ASEAN lainnya seperti Thailand sudah lebih dulu menyampaikan initial memorandum, sehingga proses aksesi ini menjadi kompetisi antar negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Tinjauan Teknis oleh OECD

Saat ini, Indonesia sedang dalam periode tinjauan teknis oleh OECD. Tim sekretariat OECD, yang dipimpin oleh Deputy Secretary General, sedang melakukan kunjungan untuk melihat langsung bagaimana percepatan aksesi Indonesia. Proses ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan tinjauan teknis.

Tiga sektor utama yang ditinjau dan diverifikasi oleh OECD adalah lingkungan, perdagangan, dan ekonomi digital. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa Indonesia memenuhi standar dan kebijakan yang diterapkan oleh organisasi internasional tersebut.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Proses aksesi ini bukan hanya tentang memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, investasi, dan kebijakan publik dengan negara-negara maju. Dengan bergabungnya Indonesia ke OECD, diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian global.

Selain itu, aksesi ini juga menjadi momentum penting untuk mempercepat reformasi di berbagai sektor, termasuk regulasi, transparansi, dan pengembangan infrastruktur. Keterlibatan Indonesia dalam OECD diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dan meningkatkan daya saing bangsa.

Kesimpulan

Proses aksesi Indonesia ke OECD membutuhkan dukungan penuh dari seluruh negara anggota, termasuk Israel. Meski ada tantangan, langkah ini menjadi langkah strategis yang bisa membawa manfaat besar bagi Indonesia. Dengan peningkatan kerja sama dan komitmen yang kuat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi anggota OECD yang aktif dan berkontribusi dalam dunia internasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan