
aiotrade, MATARAM – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mencatat perputaran uang di kawasan tersebut mencapai Rp182,05 miliar pada tahun 2025. Angka ini meningkat sebesar Rp73,05 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 2024 yang bernilai Rp109 miliar, dan lebih tinggi dari tahun 2023 yang mencapai Rp78 miliar.
Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan menjelaskan bahwa perputaran uang di kawasan Rinjani berasal dari berbagai usaha yang dikembangkan oleh masyarakat setempat untuk mendukung aktivitas wisata dan pendakian di Gunung Rinjani. Berbagai jenis usaha yang berkembang meliputi jasa porter, jasa ojek gunung, penginapan, rumah makan hingga restoran, serta layanan kesehatan.
Selain itu, keberadaan Gunung Rinjani juga memberikan dampak positif terhadap pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, terutama di Kecamatan Sembalun. Sebelumnya, masyarakat di wilayah ini mayoritas menggantungkan hidup dari pertanian, terutama pertanian bawang putih dan buah-buahan. Dengan berkembangnya pariwisata, banyak masyarakat yang kini memperoleh penghasilan dari sektor pariwisata.
"Dampak dari pariwisata dan pendakian telah membuka berbagai jenis usaha, sehingga perputaran ekonomi di kawasan Rinjani cukup besar, dan trennya tumbuh setiap tahun," jelas Budhy, Senin (19/1/2026).
Selain aktivitas pendakian, kawasan Rinjani juga semakin berkembang dalam hal wisata non pendakian. Contohnya adalah wisata petik stroberi, serta sport tourism seperti sepeda dan event lari yang mulai digelar secara rutin. Banyak wisatawan yang datang ke Sembalun tidak hanya untuk mendaki, tetapi juga untuk berlibur dengan menginap di hotel, homestay, glamping, atau tenda camping.
Budhy menambahkan bahwa meskipun pariwisata di kawasan Rinjani berkembang pesat, pihak Balai TNGR sebagai pengelola tetap memperhatikan prinsip kelestarian kawasan. Kawasan hutan lindung tidak boleh diubah, sementara kawasan hutan konservasi dikelola dengan prinsip pelestarian alam.
Sebagai informasi tambahan, jumlah pengunjung Gunung Rinjani pada tahun 2025 mencapai 80.214 orang. Angka ini terdiri dari pendaki mancanegara sebanyak 43.236 orang dan pendaki nusantara sebanyak 36.978 orang. Tingginya angka kunjungan membuat Rinjani menjadi salah satu gunung favorit di Indonesia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar