
Arena Senam Porprov XII Kalsel 2025: Duel Ketangkasan yang Membara
Di Gedung Olahraga Kijang Mas, Pelaihari, arena senam dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalimantan Selatan (Kalsel) 2025 telah berubah menjadi panggung pertandingan ketangkasan yang penuh semangat. Sejak tiga hari terakhir hingga Rabu (12/11/2025), para pesenam dari sepuluh kabupaten/kota di Kalsel tampil dengan maksimal. Mereka berjuang memperebutkan total 21 medali emas yang dipertaruhkan.
Dari lantai senam hingga alat ritmik, setiap gerakan—putaran, liukan, hingga lompatan akrobatik—dieksekusi dengan tingkat tensi yang tinggi. Sorak dukungan dan tepuk tangan penonton mengiringi setiap aksi lentur pesenam yang berani mengambil risiko demi nilai sempurna di depan dewan juri.
Tiga daerah tercatat absen pada cabang ini, yaitu Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Tengah (HST), dan Barito Kuala (Batola). Sementara itu, sepuluh daerah lainnya tampil penuh tenaga. Daerah-daerah tersebut antara lain Kabupaten Tanahlaut (Tala) sebagai tuan rumah, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Banjar, Tanahbumbu (Tanbu), Kotabaru, Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Utara (HSU), dan Tabalong.
“Pesertanya lebih dari seratus atlet,” ungkap Supratikno, Technical Delegate (TD) sekaligus Wakil Ketua Federasi Senam Indonesia Kalsel. Ia menjelaskan bahwa ada tiga kategori yang dipertandingkan, yaitu artistik putra-putri, ritmik, dan aerobik gimnastik.
Pada kategori artistik putra, terdapat 7 medali emas yang dipertaruhkan dari empat nomor alat, satu all around, dan beregu. Sementara itu, kategori artistik putri memperebutkan 5 emas dari tiga alat, ditambah all around dan grup. Ritmik juga menarik perhatian dengan kompetisi simpai, bola, gada, pita, plus all around dan grup—total 6 emas.
Sementara itu, kategori aerobik gimnastik menyumbang 3 emas dari single woman, single man, dan mix pair. Jadwal tanding pun maraton, mulai pukul 09.00 Wita hingga sore, bahkan kadang melewati senja. Ketangguhan fisik dan mental atlet benar-benar diuji.
Atmosfer makin panas ketika Bupati Tala H Rahmat Trianto bersama Ketua TP PKK Tala Hj Dian Rahmat hadir langsung menyaksikan persaingan pada Selasa siang kemarin. Meski hanya sekitar setengah jam, kemunculan mereka ikut memompa semangat kontingen tuan rumah sebelum rombongan bergerak memantau lomba paralayang di Desa Batilai, Takisung.
Turut mendampingi, Kepala Dispora Tala Rudi Imtihansyah serta Ketua Kontingen Tala HM Rahmat Hidayat. Dengan tensi pertandingan yang semakin menanjak, perebutan 21 emas di Porprov XII ini tentu belum menunjukkan juara sejatinya—dan setiap daerah masih punya peluang mengubah peta persaingan hingga detik akhir.
Kompetisi yang Menguras Tenaga dan Semangat
Selain melibatkan banyak atlet, kompetisi ini juga menuntut kekuatan fisik dan mental yang luar biasa. Para pesenam harus bisa menjaga konsentrasi selama berjam-jam, bahkan sampai malam hari. Setiap gerakan mereka dilakukan dengan penuh tekad dan kepercayaan diri, karena setiap kesalahan bisa berdampak besar pada skor akhir.
Para pesenam dari berbagai daerah tidak hanya berkompetisi untuk meraih medali, tetapi juga untuk membawa nama daerah masing-masing. Hal ini membuat persaingan semakin sengit, terlebih karena setiap daerah memiliki strategi dan cara unik dalam mempersiapkan atletnya.
Peran Penting Penonton
Penonton juga berperan penting dalam memacu semangat para atlet. Teriakan dan tepuk tangan mereka memberikan dorongan yang signifikan, terutama saat pesenam melakukan gerakan yang sangat sulit. Bahkan, beberapa kali penonton terlihat memekik dan bersorak keras ketika pesenam berhasil menyelesaikan latihan dengan sempurna.
Selain itu, adanya pengawasan dari pejabat setempat seperti Bupati Tala dan Ketua TP PKK Tala menunjukkan betapa pentingnya olahraga bagi masyarakat dan pemerintah setempat. Mereka hadir bukan hanya untuk memberi dukungan, tetapi juga untuk mengetahui bagaimana proses kompetisi berlangsung dan apakah semua aturan sudah dijalankan dengan baik.
Tantangan di Akhir Kompetisi
Meski pertandingan sudah berjalan cukup lama, masih ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh setiap daerah. Dengan waktu yang tersisa, setiap kontingen dapat meningkatkan performa mereka agar bisa meraih hasil terbaik. Persaingan ini akan terus berlangsung hingga detik terakhir, sehingga tidak ada yang bisa memprediksi pemenangnya sebelum akhir.
Setiap atlet dan tim terus berusaha keras, baik secara individu maupun tim, untuk membuktikan bahwa mereka layak meraih medali emas. Dengan begitu, Porprov XII Kalsel 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momen penting dalam pembinaan olahraga di provinsi ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar