PLN Umumkan 3 Wilayah Aceh dengan Pemulihan Listrik Terendah

Tiga Daerah di Aceh Masih Mengalami Pemulihan Kelistrikan yang Rendah

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa masih ada tiga daerah di Aceh dengan tingkat pemulihan kelistrikan terendah pasca-bencana banjir bandang dan longsor. Ketiga daerah tersebut adalah Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.

Darmawan menjelaskan, pemulihan listrik di Aceh Tengah baru mencapai 70,8 persen desa yang menyala, sementara sisanya masih padam. Di Bener Meriah, dari total 194 desa, sebanyak 83,6 persen telah menyala dan masih terdapat 38 desa yang belum teraliri listrik. Sementara itu, di Gayo Lues, dari 95 desa, 41 desa masih padam, dan 69,9 persen desa sudah menyala. Jadi, ketiga daerah tersebut menjadi fokus utama dalam proses pemulihan kelistrikan.

Evakuasi Material Masih Mengandalkan Jalur Udara

Darmawan menyampaikan bahwa pemulihan kelistrikan di Aceh Tengah dan Bener Meriah hingga saat ini masih bergantung pada evakuasi material melalui jalur udara. Menurutnya, PLN masih mengevakuasi sekitar 510 tiang listrik ke dua wilayah tersebut dengan menggunakan pesawat Hercules dan sarana udara lainnya.

Sementara itu, untuk Gayo Lues, akses darat mulai terbuka melalui jalur Langsa–Kota Cane hingga Blangkejeren. Dengan terbukanya jalur tersebut, PLN mulai mengirimkan 210 tiang listrik ke wilayah tersebut untuk mempercepat pemulihan jaringan. Meski demikian, Darmawan menyebut tingkat penyalaan listrik di Aceh Tengah dan Bener Meriah masih berada di kisaran 70 hingga 80 persen karena menunggu kelancaran evakuasi material lewat udara.

"Sisanya dalam proses menunggu juga evakuasi material kami menggunakan akses udara," ujar dia.

Pemulihan Jaringan Tidak Selalu Sejalan dengan Kondisi Rumah Warga

Darmawan menegaskan bahwa pemulihan sistem kelistrikan dapat berjalan lebih cepat apabila jalur evakuasi material tidak terputus. Namun, kondisi tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah rumah pelanggan yang rusak akibat bencana.

Dia menjelaskan, di sejumlah daerah seperti Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bireuen, dan Aceh Timur, pemulihan jaringan listrik berjalan relatif cepat. Namun, di wilayah-wilayah tersebut banyak rumah pelanggan yang mengalami kerusakan berat dan masih tertimbun lumpur.

"Rumah pelanggan dari PLN itu banyak sekali terjadi kerusakan dan masih tertimbun lumpur, sehingga penyalaan dari rumah ke rumah masih membutuhkan waktu lagi," paparnya.

Prabowo Akui Pemulihan Tak Sepenuhnya Sesuai Harapan

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemulihan listrik di wilayah terdampak bencana di Sumatra, termasuk Aceh, belum dapat berlangsung secepat yang diharapkan. Menurut dia, kondisi fisik di lapangan serta faktor alam masih menjadi kendala utama, mulai dari menara listrik yang rusak berat hingga akses kabel yang terhambat karena sebagian wilayah masih tergenang banjir.

"Ya pasti masalah listrik ya ada tidak secepat yang kita harapkan karena kondisi fisik dan kondisi-kondisi alam yang masih kita harus atasi ya," kata Prabowo dalam keterangan pers usai meninjau warga terdampak banjir, Medan, Sabtu (13/12/2025).

Kondisi Kerusakan Listrik di Aceh Lebih Parah dari Tsunami

PLN mengungkapkan bahwa kerusakan listrik di Aceh kali ini lebih parah dibandingkan bencana tsunami. Hal ini disebabkan oleh dampak banjir bandang dan longsoran yang merusak infrastruktur kelistrikan secara signifikan. Proses pemulihan membutuhkan waktu lebih lama dan sumber daya tambahan untuk memperbaiki jaringan yang rusak.

Selain itu, isu tentang peningkatan tarif listrik juga muncul. Bahlil, salah satu tokoh politik, meminta PLN untuk meningkatkan tarif listrik sebagai upaya mendanai pemulihan infrastruktur kelistrikan yang rusak.

Listrik di Takengon Aceh Tengah Belum Pulih

Di kota Takengon, Aceh Tengah, listrik masih belum pulih sepenuhnya. PLN memberikan penjelasan bahwa pemulihan jaringan di wilayah tersebut sedang berlangsung, namun masih membutuhkan waktu lebih lama karena akses ke lokasi yang sulit dan kondisi bencana yang masih memengaruhi infrastruktur.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan