
Penyelidikan Teror Bom di Sekolah Internasional Jakarta
Polisi sedang melakukan penyelidikan terhadap ancaman bom yang dialami North Jakarta Intercultural School (NJIS) di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah melacak identitas pelaku melalui transaksi kripto yang digunakan untuk meminta tebusan.
Ancaman tersebut dikirimkan melalui pesan WhatsApp dengan tuntutan uang tebusan sebesar US$30 ribu dalam bentuk kripto. Polisi berkoordinasi dengan Asosiasi Kripto untuk menelusuri asal-usul alamat dompet (wallet address) yang digunakan oleh pelaku. Dalam penjelasannya, Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko menyebut bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap seluruh bursa kripto yang terdaftar di Indonesia, dengan total 30 Exchange yang tercatat.
Namun dari hasil pengecekan sementara, polisi belum menemukan data wallet address yang sesuai di bursa kripto Indonesia. “Wallet address yang dimaksud tidak ditemukan atau wallet address tersebut tidak valid. Sehingga hasil tidak ditemukan atau tidak ada pada crypto exchange lokal (yang ada di Indonesia),” jelas Seto.
Ancaman bom terhadap NJIS terjadi pada Selasa (7/10). Dari informasi yang diperoleh, pesan berisi ancaman dikirim melalui WhatsApp dengan mencantumkan alamat bitcoin serta tuntutan tebusan. Jika tidak dibayar, pelaku mengancam akan meledakkan bom di lingkungan sekolah.
“Pengecekan TKP adanya info teror bom di sekolah NJIS Kelapa Gading Jakarta Utara,” kata Seto saat dikonfirmasi. “Ancamannya lewat WA nomor Nigeria,” tambahnya.
Setelah menerima laporan, Polsek Kelapa Gading bersama Tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyisiran. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan benda mencurigakan di seluruh area sekolah. “Saat ini situasi di lokasi sudah aman dan sekolah tetap berjalan,” ujar Seto.
Kasus ini menjadi bagian dari daftar ancaman serupa yang menargetkan sekolah internasional di kawasan Jabodetabek, termasuk Bintaro dan BSD City, pada hari yang sama. Polisi kini terus melacak pelaku dan menelusuri jejak digital untuk memastikan siapa di balik teror tersebut.
Langkah-Langkah yang Dilakukan Polisi
- Polisi melakukan koordinasi dengan Asosiasi Kripto untuk menelusuri asal-usul wallet address yang digunakan pelaku.
- Semua bursa kripto yang terdaftar di Indonesia diperiksa, termasuk 30 Exchange yang tercatat.
- Tidak ditemukan data wallet address yang sesuai di bursa kripto Indonesia.
- Ancaman bom dikirim melalui pesan WhatsApp dengan tuntutan tebusan dalam bentuk kripto.
- Pelaku mengancam akan meledakkan bom jika tebusan tidak dibayar.
- Polisi melakukan penyisiran di lokasi kejadian dan tidak menemukan benda mencurigakan.
- Situasi di lokasi saat ini sudah aman dan aktivitas sekolah berjalan normal.
Ancaman Serupa di Wilayah Jabodetabek
Selain NJIS, beberapa sekolah internasional di kawasan Jabodetabek juga menjadi target ancaman serupa. Hal ini menunjukkan bahwa kasus-kasus seperti ini semakin meningkat dan memerlukan perhatian serius dari aparat keamanan.
- Kasus ancaman bom terhadap sekolah internasional di Bintaro dan BSD City juga terjadi pada hari yang sama.
- Polisi terus melakukan penyelidikan dan menelusuri jejak digital untuk mengidentifikasi pelaku.
- Kepolisian berkomitmen untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga, terutama di lingkungan pendidikan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar