
Hasil Pemeriksaan Laboratorium Forensik Terkait Ledakan di Jakarta
Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap bahan peledak yang ditemukan di dua lokasi ledakan serta di rumah seorang terduga pelaku yang terkait dengan kejadian di SMAN 72 Jakarta. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa bahan peledak tersebut memiliki kekuatan ledak rendah atau low explosive.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik (Balmetfor) Puslabfor Bareskrim Polri, Kombes Ari Kurniawan Jati, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Selasa (11/11/2025). Ia menjelaskan bahwa tim Puslabfor mengikuti prosedur standar operasional (SOP) dalam melakukan olah TKP setelah area kejadian dinyatakan steril oleh Gegana.
"Kami dari Puslabfor sesuai SOP melaksanakan olah TKP, dalam hal ini adalah kasus peledakan. Ada langkah-langkah yang memang kami lakukan setelah TKP dinyatakan steril oleh Gegana, maka tim kami dari Puslabfor melakukan olah TKP. Dari olah TKP yang kami laksanakan baik di TKP 1, TKP 2 maupun rumah ABH," ujar Ari.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi pertama, lokasi kedua, serta di rumah ABH, tim Puslabfor menemukan kesamaan jenis bahan peledak. Hal ini menjadi indikasi bahwa semua lokasi tersebut terkait satu sama lain.
"Didapatkan hasil bahwa di TKP 1 residu bahan peledak dengan kekuatan rendah atau low eksplosif. Pada TKP 2 maupun bahan yang didapat dari bom yang belum meledak, kita analisa di laboratorium forensik, kita dapatkan hasil bahan peledak yang memiliki kekuatan rendah atau low eksplosif," jelasnya.
Polisi juga melakukan pemeriksaan di rumah ABH. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa di sana ditemukan bahan-bahan peledak dengan kekuatan ledak rendah. Hal ini menunjukkan kesesuaian antara bahan yang ada di TKP 1 dan TKP 2 dengan bahan yang ditemukan di rumah ABH.
"Di sana kami mendapatkan bahan bahan peledak yang memiliki kekuatan ledak rendah atau low eksplosif dengan kata lain bahwa bahan yang ada di TKP 1 di dalam masjid, maupun di TKP 2 di samping bank sampah itu ada kesesuaian dengan bahan bahan yang ada di rumah ABH," tambah dia.
Ari menegaskan bahwa seluruh hasil pemeriksaan telah difinalisasi di Laboratorium Forensik dan akan segera diserahkan kepada penyidik untuk proses lebih lanjut.
Proses Pemeriksaan Laboratorium Forensik
Proses pemeriksaan laboratorium forensik dilakukan secara terstruktur dan berdasarkan protokol yang telah ditetapkan. Berikut adalah langkah-langkah utama yang dilakukan:
- Tim Puslabfor melakukan olah TKP setelah area kejadian dinyatakan steril oleh Gegana.
- Bahan-bahan peledak yang ditemukan di TKP 1, TKP 2, dan rumah ABH dianalisis di laboratorium.
- Hasil analisis menunjukkan bahwa semua bahan peledak memiliki kekuatan ledak rendah.
- Kesamaan jenis bahan peledak antara lokasi-lokasi tersebut menjadi bukti keterkaitan dalam kasus ini.
Tindak Lanjut Penyidik
Setelah seluruh hasil pemeriksaan difinalisasi, tim Puslabfor akan segera menyerahkan data dan temuan tersebut kepada penyidik. Data ini akan menjadi dasar dalam proses penyidikan lebih lanjut, termasuk dalam menentukan tindakan hukum terhadap tersangka.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar