Pria 93 Tahun Pulang ke Pinrang Setelah 50 Tahun Menghilang di Malaysia

Penyelamatan Lansia yang Terlantar

Di Nunukan, Kalimantan Utara, sebuah kejadian yang sangat menyentuh terjadi. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) berhasil memulangkan seorang lansia yang telah lama terlantar kembali ke kampung halamannya. Alimuddin, seorang lansia berusia 93 tahun, ditemukan dalam kondisi sakit-sakitan dan tanpa sanak saudara di Nunukan. Setelah puluhan tahun merantau ke Malaysia, ia dikira telah tiada oleh keluarganya.

Proses Pemulangan yang Berhasil

Kabid Rehsos DSP3A Nunukan, Parmedy, menjelaskan bahwa pihaknya membantu Alimuddin untuk berobat. Kebetulan, Alimuddin terdaftar dalam BPJS Kesehatan, sehingga intervensi klien PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) dapat tuntas.

Setelah beberapa waktu, Peksos (Pekerja Sosial) mendengar keinginan Alimuddin untuk pulang kampung. Meskipun kondisinya yang pikun, Peksos ragu-ragu dan lebih dulu meminta izin untuk melacak keluarga Alimuddin.

"Alimuddin dengan tegas meminta dipulangkan saja ke Pinrang. Ia mengatakan 'Pulangkan saja saya ke Pinrang. Saya masih ingat di mana tempat keluarga saya'," ujar Parmedy menirukan permintaan Alimuddin.

Perjalanan Pulang yang Penuh Haru

Melihat keyakinan Alimuddin, Peksos kemudian mengurus kepulangannya menggunakan kapal laut PT Pelni. Alimuddin dibawa pulang pada Kamis (16/10/2025), dan tiba di Pelabuhan Pare-pare pada Sabtu (18/10/2025).

Tim Pendamping Dinas Sosial Nunukan mulai melakukan pencarian keluarga. Meski pikun, Alimuddin tetap ingat di mana keluarganya. "Dan benar saja, meski pikun, Bapak Alimuddin tak pernah lupa di mana keluarganya. Kita pertemukan beliau dengan keluarganya," imbuh Parmedy.

Pertemuan yang Mengharukan

Suara tangisan langsung pecah di kediaman keluarga Alimuddin. Sudah puluhan tahun Alimuddin merantau ke Malaysia, tidak pernah sekalipun keluarga mendengar kabar dan keberadaannya. "Keluarga mengira Bapak Alimuddin sudah tiada. Itulah saling peluk diiringi teriakan tangis kebahagiaan bercampur kerinduan cukup keras terdengar," lanjut Parmedy.

Motivasi untuk Terus Berbuat Baik

Parmedy mengatakan, realita kehidupan yang tersaji menjadi sebuah motivasi Dinas Sosial Kabupaten Nunukan terus berbuat dan melakukan pelayanan PPKS hingga tuntas. "Tetaplah berbuat baik meskipun sebagian orang menganggap kita bukan orang baik. Salam kemanusiaan," tutup Parmedy.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan