Profil proyek kilang RDMP Balikpapan senilai Rp 123 triliun

VICE President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron membeberkan perkembangan terbaru tentang proyek kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Proyek strategis yang disebut-sebut sebagai fondasi penting untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional ini dibangun terintegrasi dari penyediaan bahan baku, pipa transfer hingga produksinya.

“Proyek RDMP Balikpapan akan mendukung visi Asta Cita Pemerintah dalam menjaga ketahanan dan kemandirian energi nasional,” ujar Baron dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 10 Januari 2026, seperti dikutip dari Antara.

Dengan pengembangan infrastruktur yang terintegrasi itu pula, kata Baron, Pertamina memastikan keandalan pasokan minyak mentah dan operasional kilang yang lebih efisien dan berkelanjutan. RDMP Balikpapan ini juga menjadi salah satu pilar utama dalam transformasi infrastruktur energi nasional guna mendukung ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang.

“Dengan cakupan pembangunan yang komprehensif, mulai dari pekerjaan pendahuluan, pembangunan unit proses dan utilitas, hingga penguatan fasilitas penerimaan minyak mentah,” ujarnya.

Ia menyebutkan proyek yang menelan dana investasi setara Rp 123 triliun tersebut memodernisasi kilang eksisting. Dengan begitu, diharapkan kapasitas pengolahan minyak bisa meningkat, menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, mendorong hilirisasi industri petrokimia, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Baron menjelaskan RDMP Balikpapan dirancang dan dilaksanakan dalam tiga lingkup utama proyek yang saling terhubung dan terintegrasi untuk memastikan kesiapan operasional kilang serta keberlanjutan pasokan energi nasional.

Lingkup pertama adalah early work, yang mencakup 16 paket pekerjaan pendahuluan. Tahap ini meliputi persiapan dan pematangan lahan, pembangunan infrastruktur dasar, penyediaan utilitas sementara, serta pembangunan fasilitas penunjang konstruksi.

Berikutnya, pada lingkup kedua, Pertamina mengembangkan dan membangun fasilitas utama kilang yang mencakup 39 unit, terdiri dari 21 unit proses baru serta 13 unit fasilitas utilitas pendukung.

Pembangunan dan revitalisasi unit-unit ini bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas dan keandalan pengolahan minyak mentah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas produk BBM sesuai standar yang lebih tinggi.

Lalu pada lingkup ketiga, penguatan infrastruktur penerimaan dan penyaluran minyak mentah mencakup pembangunan dua tangki penyimpanan minyak mentah berkapasitas masing-masing 1 juta barel.

Pada tahap ini, kata Baron, Pertamina juga membangun jaringan pipa transfer line onshore dan offshore berdiameter 20 inci, unloading line onshore dan offshore berdiameter 52 inci, serta fasilitas Single Point Mooring (SPM) dengan kapasitas sandar kapal hingga 320.000 DWT.

“Infrastruktur ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keandalan penerimaan minyak mentah dari kapal tanker berkapasitas besar,” kata Baron.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan