
Kerja Sama dengan Universitas Sebelas Maret
PT LRT Jakarta sedang menjajaki berbagai peluang kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Salah satu bidang yang menjadi fokus adalah riset pengembangan transportasi publik berbasis rel. Direktur Operasional dan Pengembangan PT LRT Jakarta, Aditia Kesuma Negara, menyampaikan hal ini saat ditemui wartawan sebelum memberikan materi di acara CEO Talk #5 yang diselenggarakan Fakultas Teknik UNS, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat, 19 Desember 2025.
Aditia mengungkapkan bahwa kehadirannya di UNS bertujuan untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan transportasi publik, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi. Menurutnya, industri perkeretaapian merupakan sektor multidisiplin yang membutuhkan keterlibatan akademisi dalam riset dan pengembangan.
“Konsep pengembangan LRT Jakarta itu koalisi berbasis riset. Artinya, harus ada peran universitas. Kita ingin lihat nanti keahlian UNS ada di mana, lalu kita cocokkan agar bisa berkontribusi langsung,” ujar Aditia.
Tantangan Transportasi Perkotaan
Menurut Aditia, tantangan utama transportasi perkotaan di Indonesia masih berkutat pada tingginya tingkat kemacetan dan rendahnya peralihan atau shifting masyarakat ke angkutan umum berbasis rel. Saat ini, tingkat peralihan ke transportasi publik di kota-kota Indonesia masih berada di kisaran 20 persen, jauh di bawah kota-kota besar dunia.
“Karena memang suplainya belum banyak juga, tapi dalam 10 tahun terakhir perkembangannya sudah cukup baik dan akan terus kita dorong,” ujarnya.
Perubahan budaya masyarakat menjadi tantangan terbesar, namun Aditia menilai adaptasi publik dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir berjalan cukup cepat seiring perbaikan sistem layanan.
Peluang bagi Mahasiswa dan Alumni
Dalam kesempatan itu, Aditia juga membuka peluang bagi mahasiswa dan alumni UNS untuk terlibat langsung melalui program magang dan internship di LRT Jakarta. “Kami membuka peluang kerja sama dengan universitas maupun lembaga riset. Mahasiswa bisa belajar langsung bagaimana kondisi riil di lapangan,” katanya.
Dari sisi pengembangan infrastruktur, Aditia menyebutkan proyek perpanjangan LRT Jakarta hingga Manggarai saat ini masih dalam tahap konstruksi dan ditargetkan dapat beroperasi pada tahun depan. Dalam beberapa tahun ke depan, jalur LRT Jakarta juga direncanakan akan terus bertambah.
Tanggapan dari Fakultas Teknik UNS
Dekan Fakultas Teknik UNS, Wahyudi Sutopo, menyambut baik penjajakan kerja sama tersebut. Menurut dia, CEO Talk menjadi sarana strategis untuk mengenalkan sistem transportasi modern kepada mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan. “Perubahan ke angkutan umum memang terkendala budaya. Karena itu mahasiswa perlu dikenalkan sejak dini dengan sistem transportasi modern,” tuturnya.
Ia menambahkan, Fakultas Teknik UNS memiliki ahli di bidang transportasi dan sistem kontrol yang relevan dengan pengembangan teknologi LRT. Ke depan, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berperan dalam sosialisasi budaya transportasi publik, tetapi juga dalam pengembangan teknologi agar lebih efisien dan sesuai dengan kondisi Indonesia.
Fakultas Teknik UNS berharap peran perguruan tinggi ini berdampak nyata. Bukan hanya bicara budaya, tapi juga teknologi. "Kami ini punya ahli transportasi dan ahli kontrol juga dari elektro yang sangat tertarik sekali dengan teknologi LRT, sehingga tadi saya sampaikan supaya perguruan tinggi itu punya peran yang lebih berdampak, bukan hanya mensosialisasikan secara budaya tapi juga secara teknologi supaya jauh lebih efisien, jauh lebih sesuai dengan Indonesia. Mereka berdua nanti akan membantu LRT," tutur Wahyudi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar