PTMSI NTB Cari Bakat Unggul di Kejurprov Tenis Meja, Target PON 2028

PTMSI NTB Cari Bakat Unggul di Kejurprov Tenis Meja, Target PON 2028

Program Pembinaan Berkelanjutan PTMSI NTB

Pengprov Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat komitmennya dalam membina bakat atlet tenis meja di wilayah tersebut. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tenis Meja. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari program pembinaan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi atlet muda.

Ketua PTMSI NTB, Bambang Ancasono, menjelaskan bahwa kejurprov ini merupakan bagian dari rencana kerja jangka panjang. “Tujuan utama dari kejurprov ini adalah untuk menjaring dan membina bakat-bakat potensial yang ada di NTB. Ini adalah langkah awal kami dalam persiapan menghadapi Porprov dan road to PON 2028,” ujarnya.

Kejurprov kali ini menampilkan tiga kategori usia, yaitu KU-12, KU-15, dan KU-18. Sebanyak lebih dari 70 peserta dari tujuh kabupaten/kota, termasuk Lombok Tengah, Mataram, Lombok Timur, Sumbawa, Kepulauan Selayar, Bima, dan Lobar, turut serta dalam kompetisi ini. Dengan partisipasi yang cukup besar, kejurprov ini menjadi wadah penting bagi para atlet muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Kegiatan Rutin untuk Meningkatkan Kemampuan Atlet

Selain kejurprov, PTMSI NTB juga rutin menggelar berbagai event kejuaraan bulanan yang diikuti oleh klub-klub lokal. Menurut Bambang, kegiatan rutin ini sangat penting dalam memacu kemampuan atlet tenis meja NTB. “Program yang berkelanjutan ini membuktikan eksistensi kami sebagai pengurus cabang olahraga tenis meja di NTB,” tambahnya.

Langkah ini juga dianggap sebagai respons atas arahan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB. Tujuannya adalah mempersiapkan atlet-atlet terbaik yang akan bertanding di Porprov dan PON 2028. “Kami memilih kategori usia muda karena ingin menjaring atlet-atlet potensial. Dari merekalah nantinya bisa lahir atlet-atlet berprestasi yang akan menjadi andalan di PON 2028,” jelas Bambang.

Apresiasi dari Dispora dan KONI NTB

Sekretaris Dispora NTB, Asnirawati, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Kejurprov Tenis Meja. Ia menilai kegiatan ini sebagai upaya nyata dari Pengprov PTMSI NTB dalam menciptakan atlet-atlet berprestasi asal NTB. “Apalagi NTB akan menjadi tuan rumah PON 2028, sehingga bibit atlet harus dibina sejak dini,” ujarnya.

Asnirawati juga berpesan kepada atlet junior untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai momen penting dalam menempa diri. “Terus berlatih agar kemampuan semakin meningkat. Selamat bertanding, jaga sportivitas dan silaturahmi harus tetap terjaga,” tambahnya.

Wakil Ketua KONI NTB, Suhaimi, turut memberikan apresiasi terhadap kompetisi yang rutin diadakan oleh PTMSI NTB. “Dari kompetisi antar klub hingga kejurprov yang mempertemukan atlet terbaik dari kabupaten dan kota, semua ini menjadi fondasi kuat bagi prestasi tenis meja NTB di PON 2028,” ujarnya.

Kesimpulan

Kejurprov Tenis Meja yang diselenggarakan oleh PTMSI NTB bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun masa depan olahraga tenis meja di Nusa Tenggara Barat. Dengan program pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan penuh dari berbagai pihak, PTMSI NTB menunjukkan komitmennya dalam menciptakan atlet-atlet berkualitas yang siap berlaga di ajang nasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan