PTPP lepas saham dua anak usaha, divestasi selesai kuartal I-2026


PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) sedang melakukan penataan portofolio bisnisnya dengan merencanakan divestasi saham di dua anak perusahaan, yaitu PT PP Infrastruktur (PPIN) dan PT Celebes Railway Indonesia (CRI).

CRI adalah perusahaan patungan antara PTPP dan tiga perusahaan lainnya, yakni PT Bumi Karsa, PT China Communications Construction Engineering Indonesia, serta PT Iroda Mitra. Saat ini, CRI bertindak sebagai operator sarana kereta api di Sulawesi Selatan, khususnya untuk jalur Makassar-Parepare.

Berdasarkan komposisi kepemilikan saham, PTPP memiliki 47,81 persen saham di CRI, sementara Bumi Karsa memiliki 25,31 persen, China Communications Construction Engineering Indonesia sebesar 22,50 persen, dan PT Iroda Mitra sebesar 4,37 persen.

Dalam rangkaian rencana divestasi, PTPP akan menjual 47,81 persen saham atau setara 142.180 saham di CRI kepada PT Solra Energi Terbarukan (SET). Sementara itu, PTPP juga berencana melepas kepemilikan sahamnya sebesar 81,00 persen atau 621.161 saham di PP Infrastruktur kepada PT Varsha Zamindo Laksana (VZL) dan/atau afiliasinya.

Komposisi kepemilikan saham PP Infrastruktur saat ini terdiri dari PTPP sebesar 99,15 persen dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan (YKKPP) sebesar 0,85 persen.

Direktur Strategi Korporasi dan HCM PTPP I Gede Upeksa Negara mengungkapkan bahwa aksi divestasi kedua anak usaha tersebut telah memasuki tahap penetapan preferred bidder atau calon investor terpilih.

Saat ini, perseroan masih melengkapi berbagai condition precedent (CP) atau persyaratan yang tercantum dalam Gross Sale and Purchase Agreement (GSPA), yakni perjanjian jual beli yang mengatur secara menyeluruh transaksi divestasi.

“Untuk divestasi seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, kita akan mendivestasi beberapa anak usaha kita, yang sudah berproses ada di PP Infra dan juga di kereta api Makassar-Parepare,” ujar I Gede saat konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jakarta, Kamis (17/12/2025).

“Nah untuk yang Makassar-Parepare kita sudah ada di pengumuman sebelumnya, kita sudah sampaikan, sudah ada tahap pada preferred bidder. Dan saat ini masih berproses untuk kelengkapan CP yang ada persyaratan di dalam GSPA,” tambahnya.

Proses divestasi PP Infrastruktur juga berada pada tahapan yang serupa. Perseroan telah mengumumkan rencana tersebut dan kini tengah melakukan pemenuhan CP, sekaligus menjalani proses due diligence atau penilaian lanjutan.

I Gede menyebut, seluruh proses divestasi tetap berjalan sesuai rencana. Namun, karena masih banyak tahapan yang harus diselesaikan, penyelesaiannya diperkirakan akan melampaui tahun berjalan atau bergeser ke 2026.

“Jadi proses ini tetap akan berjalan, tapi kemungkinan besar akan nyebrang sampai ke tahun depan karena prosesnya masih cukup banyak yang harus diselesaikan, untuk bisa kita masuk ke penandatanganan SPA yang akan kita perkirakan di triwulan pertama di tahun depan,” jelas I Gede.

Manajemen PTPP menargetkan penandatanganan Sale and Purchase Agreement (SPA) untuk kedua divestasi tersebut dapat dilakukan pada kuartal I-2026, setelah seluruh persyaratan transaksi terpenuhi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan