Puluhan Siswa Terinfeksi MBG di Maluku Masih Dirawat, Dinkes Kewalahan Atasi Pasien

Siswa Korban Keracunan MBG Di Pulangkan

Di kota Ambon, beberapa siswa yang menjadi korban keracunan makan bergizi gratis (MBG) di tiga sekolah di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, telah dipulangkan setelah menjalani perawatan di dua puskesmas. Pemulangan terjadi pada Selasa (21/10/2025), setelah kondisi mereka dinyatakan pulih.

Sekitar puluhan siswa ini telah diperbolehkan pulang oleh keluarganya setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Waimital dan Puskesmas Kairatu. Meski sebagian besar dari mereka sudah pulang, masih ada sejumlah siswa lainnya yang hingga saat ini masih menjalani perawatan medis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat, Gariman Kurniawan, mengakui bahwa sejak ratusan siswa mengalami keracunan dan dibawa ke puskesmas, pihaknya langsung melakukan penanganan terhadap para korban. Ia menyampaikan bahwa semua pasien telah ditangani dengan baik dan sebagian besar sudah dipulangkan ke rumah.

"Semuanya telah ditangani dan sebagian besar sudah dipulangkan ke rumah," ujarnya kepada aiotrade.app melalui telepon, Selasa. Menurut Gariman, jumlah siswa yang mengalami keracunan membuat petugas kesehatan harus bekerja ekstra untuk menangani para pasien.

"Semua ditangani dengan baik dan kondisi para pasien saat ini aman dan terkendali," tambahnya. Saat ini, masih ada sebagian pasien yang menjalani perawatan di tenda darurat yang dibangun di lokasi Puskesmas Kairatu.

Menurut Gariman, pembangunan tenda darurat tersebut merupakan inisiatif dari Kodim 1513 Seram Bagian Barat. Tenda tersebut dibangun karena bangsal dan ruangan perawatan di puskesmas tidak mampu menampung seluruh pasien.

"Untuk tenda itu inisiasi dari Kodim 1513 untuk membantu. Iya terlalu banyak pasien jadi dibangun tenda, jadi yang sudah pulih dipindahkan ke tenda," jelasnya.

Sebelumnya, lebih dari 140 siswa di tiga sekolah yaitu SD Inpres Talaga Ratu, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Seram Bagian Barat, dan Taman Kanak-kanak Talaga Ratu di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku mengalami keracunan usai menyantap hidangan MBG pada Senin (20/10/2025).

Hidangan yang disajikan bagi ratusan siswa di tiga sekolah tersebut adalah nasi putih, telur, tahu, dan sayur. Setelah menyantap hidangan tersebut, ratusan siswa kemudian mengalami gejala mual dan muntah serta diare dan pusing kepala. Beberapa di antaranya bahkan mengalami muntah darah hingga mengeluarkan busa putih dari mulutnya.

Proses Penanganan Pasien

Pihak dinas kesehatan dan petugas kesehatan bekerja keras dalam menangani kasus keracunan ini. Mereka memastikan semua pasien mendapat perawatan yang memadai. Sejumlah siswa yang kondisinya membaik dipindahkan ke tenda darurat yang disediakan untuk memfasilitasi perawatan lebih lanjut.

Selain itu, pihak Kodim 1513 Seram Bagian Barat juga berperan penting dalam penyediaan tenda darurat. Tenda tersebut dibangun sebagai solusi sementara untuk menampung pasien yang jumlahnya sangat banyak. Hal ini dilakukan karena kapasitas ruangan di puskesmas tidak cukup untuk menampung semua korban keracunan.

Kondisi Pasien Saat Ini

Kondisi kesehatan para pasien saat ini dikatakan stabil dan terkendali. Petugas kesehatan terus memantau perkembangan kesehatan para siswa yang masih menjalani perawatan. Mereka memberikan perawatan medis sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien.

Dengan adanya inisiatif dari Kodim dan kerja sama antara dinas kesehatan dan petugas kesehatan, penanganan kasus keracunan ini dapat berjalan dengan baik. Para siswa yang telah pulih kembali berada di bawah pengawasan keluarga dan tetap diberi arahan untuk menjaga kesehatan mereka.

Upaya Pencegahan Kejadian Serupa

Dalam upaya mencegah terulangnya kejadian serupa, pihak terkait akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan program MBG. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua makanan yang disajikan kepada siswa aman dan layak konsumsi.

Selain itu, pihak sekolah dan dinas kesehatan juga akan meningkatkan koordinasi dalam pengawasan dan pemeriksaan makanan yang diberikan kepada siswa. Dengan langkah-langkah pencegahan ini, diharapkan tidak ada lagi kejadian keracunan yang terjadi di masa depan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan