Rahmawati Zainal bagikan kisah peran ibu perbatasan tingkatkan ekonomi keluarga

Rahmawati Zainal bagikan kisah peran ibu perbatasan tingkatkan ekonomi keluarga

Kabar pemerintahan kembali mencuat. Mengenai Rahmawati Zainal bagikan kisah peran ibu perbatasan tingkatkan ekonomi keluarga, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Peran Perempuan di Wilayah Perbatasan dalam Perekonomian Keluarga

Di wilayah perbatasan, peran perempuan khususnya para ibu sangat penting dalam menjaga dan menggerakkan perekonomian keluarga. Hal ini disampaikan oleh Anggota DPR RI Rahmawati Zainal, S.H., yang mewakili daerah pemilihan Kalimantan Utara (Kaltara). Menurutnya, penguatan peran para ibu tidak bisa dipisahkan dari upaya pemberdayaan berbasis potensi lokal.

Rahmawati menilai bahwa ketika perempuan diberi ruang, pengetahuan, dan pendampingan, kearifan lokal justru dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi keluarga. Ia menyebutkan bahwa momen yang paling bernilai adalah ketika melihat para ibu di perbatasan diberikan penyuluhan atau edukasi bagaimana mereka bisa menjadi wirausaha dengan mengembangkan kearifan lokal.

Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal

Pendekatan tersebut bukan hanya mendorong kemandirian ekonomi, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah. Rahmawati menjelaskan bahwa kekayaan budaya dan hasil alam Kalimantan Utara memiliki potensi besar jika diolah dengan tepat. Dengan demikian, produk-produk khas Kaltara kini semakin sering digunakan dan diperkenalkan dalam berbagai kesempatan.

Ia mencontohkan, “Itu sudah terjadi, alhamdulillah, kami semua termasuk seperti yang saya pakai selalu dari kearifan lokal khas Kaltara.” Penggunaan produk lokal bukan sekadar simbol, melainkan bagian dari strategi memperluas pasar bagi hasil karya para ibu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah perbatasan.

Tantangan Infrastruktur dan Akses Pendidikan

Di balik berbagai potensi tersebut, Rahmawati tidak menutup mata terhadap tantangan yang masih dihadapi masyarakat perbatasan. Ia menyebut persoalan infrastruktur dasar dan digitalisasi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap. Masalah infrastruktur dan digitalisasi, kemudian listrik mungkin daerah perbatasan juga masih jadi tantangan. Selain itu, adanya anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, namun jarak sekolah yang jauh dan keterbatasan fasilitas sering kali menjadi hambatan.

Pemberdayaan UMKM Perempuan di Wilayah Perbatasan

Dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga, Rahmawati menegaskan pentingnya pendampingan langsung kepada para ibu pelaku UMKM, khususnya di daerah perbatasan dan pedesaan. Ia menyebutkan, pemerintah dan pemangku kepentingan perlu hadir melalui edukasi yang konkret. Rahmawati menjelaskan, “Ibu-ibu pengusaha UMKM di perbatasan, di pedesaan, kami datangkan narasumber. Lalu kami mengajarkan mereka bagaimana memanfaatkan bahan baku yang ada di sekitarnya.”

Langkah tersebut terbukti memberikan dampak positif bagi ketahanan ekonomi keluarga. Ia menambahkan, antusiasme para ibu sangat tinggi, terlebih ketika kearifan lokal Kalimantan Utara mulai mendapat perhatian lebih luas. “Mereka sangat senang sekali, apalagi sekarang kearifan lokal Kaltara sedang digaungkan. Setiap tamu yang datang kami selalu berikan oleh-oleh khas yang dibuat oleh para ibu-ibu pengusaha UMKM,” kata Rahmawati.

Harapan untuk Pemberdayaan Jangka Panjang

Melalui berbagai upaya tersebut, Rahmawati berharap pemberdayaan perempuan di wilayah perbatasan tidak hanya menjadi program jangka pendek. Akan tetapi, program tersebut juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi keluarga dan masyarakat setempat. Dengan pendampingan yang tepat, kearifan lokal akan terus berkembang dan menjadi sumber penghidupan yang stabil.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar