Realisasi Investasi Jawa Barat 2025 Tembus Rp 296,8 Triliun

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan bahwa realisasi investasi di Jawa Barat sepanjang tahun 2025 mencapai angka Rp 296,8 triliun. Angka ini mencerminkan pencapaian sebesar 109,9 persen dari target yang ditetapkan. Dengan capaian ini, Jawa Barat menjadi provinsi dengan realisasi investasi terbesar di seluruh Indonesia.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa tingginya jumlah investasi yang masuk ke provinsi ini tidak lepas dari upaya berbagai pihak dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, inklusif, dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memastikan bahwa investasi di Jabar aman dan mudah, sehingga dapat dipercaya oleh para investor.

Dari total realisasi investasi tersebut, proporsi investasi berasal dari dua sumber utama, yaitu Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Realisasi investasi dari PMA mencapai Rp 147,02 triliun, sedangkan PMDN mencapai Rp 149,8 triliun. Kedua komponen ini hampir seimbang, menunjukkan keseimbangan antara investor domestik dan asing dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Komposisi ini juga menjadi indikator penting bahwa pembangunan perekonomian di Jawa Barat tidak hanya bergantung pada modal asing, tetapi juga diperkuat oleh pelaku usaha nasional. Hal ini menunjukkan adanya kerja sama yang baik antara investor lokal dan asing dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Dedi Mulyadi berharap besarnya jumlah investasi yang masuk di Jawa Barat dapat membuka banyak lapangan kerja, mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah provinsi. Untuk itu, pemerintah Jawa Barat akan terus memperkuat iklim investasi dengan melakukan berbagai pembenahan, antara lain:

  • Penyederhanaan proses perizinan dan birokrasi agar lebih efisien.
  • Penguatan infrastruktur pendukung investasi untuk mendukung keberlanjutan pengembangan.
  • Peningkatan konektivitas antarwilayah agar mempermudah akses pasar dan transportasi.

Ia juga menegaskan bahwa investasi di Jawa Barat akan berjalan secara selaras dengan kelestarian lingkungan dan kearifan lokal. “Jawa Barat terbuka bagi investasi, tetapi tetap berpijak pada kepentingan rakyat,” tegasnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan