
aiotrade.CO.ID - JAKARTA.
Realisasi investasi di Indonesia pada tahun 2025 mencapai angka yang sangat menggembirakan. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan bahwa total realisasi investasi mencapai Rp 1.931,2 triliun atau sebesar 101,3% dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1.905,6 triliun. Angka ini menunjukkan kinerja yang sangat positif dan melebihi target yang telah ditentukan.
Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh peningkatan yang luar biasa dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). PMDN mencapai Rp 1.030,3 triliun atau naik sebesar 53,4% secara year on year (yoy) dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) juga tumbuh sebesar 46,6% yoy, dengan total realisasi sebesar Rp 900,9 triliun. Meskipun PMA tetap memberikan kontribusi penting, capaian PMDN lebih besar daripada PMA.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani menyatakan optimisme terhadap pertumbuhan kontribusi PMDN pada tahun 2026. Menurutnya, kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menjadi faktor utama dalam meningkatkan jumlah investasi di dalam negeri.
"Realisasi investasi dalam negeri ini peningkatannya jauh lebih besar daripada investasi luar negeri, yaitu sebesar Rp 1.030,3 triliun. Kami melihat ini akan terus meningkat lebih besar karena faktor Danantara," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Rosan menjelaskan bahwa kehadiran Danantara akan membawa lebih banyak investasi ke Indonesia. Ia mengakui bahwa di awal kemunculannya, Danantara perlu mempersiapkan berbagai aspek seperti sumber daya manusia (SDM), regulasi, dan infrastruktur agar investasi bisa berjalan optimal. Hal ini menyebabkan laju investasi baru terasa nyata pada bulan Oktober 2025 lalu.
"Sekarang kita akan berinvestasi lebih banyak lagi di tahun 2026, baik itu di bidang kesehatan, hilirisasi, chemical, dan lain-lain. Saya bisa memastikan kontribusi investasi dalam negeri di tahun 2026 ini akan meningkat lebih tinggi secara year on year," tambahnya.
Kontribusi investasi di Jawa juga cukup besar, mencapai Rp 940 triliun atau sekitar 48% dari total realisasi. Sementara itu, wilayah luar Jawa memberikan kontribusi sebesar Rp 991,2 triliun atau 51,3%.
Dari segi lokasi, DKI Jakarta menjadi wilayah dengan realisasi investasi terbesar pada tahun 2025, yaitu sebesar Rp 175,3 triliun. Diikuti oleh Jawa Barat dengan nilai Rp 149,8 triliun, Jawa Timur sebesar Rp 101,8 triliun, Banten sebesar Rp 73 triliun, dan Kalimantan Timur sebesar Rp 70,9 triliun.
Peningkatan investasi ini menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia semakin stabil dan mampu menarik minat investor baik dalam maupun luar negeri. Dengan adanya Danantara dan berbagai program pemerintah, prospek investasi di Indonesia semakin cerah dan menjanjikan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar