Rekomendasi saham Alfamart di tengah wacana pembatasan minimarket

Tantangan Ekspansi Peritel Modern di Daerah Terpencil

Pemerintah telah mengusulkan wacana untuk membatasi ekspansi peritel modern ke wilayah pedesaan. Langkah ini menimbulkan berbagai pertanyaan terkait dampaknya terhadap strategi perusahaan ritel besar seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Dalam hal ini, para analis dan ahli pasar melihat potensi perubahan dalam rencana ekspansi AMRT di daerah-daerah yang masih jauh dari perkotaan.

Analisis dari Fundamental Analyst BRI Danareksa Sekuritas

Abida Massi Armand, seorang Fundamental Analyst dari BRI Danareksa Sekuritas, menyatakan bahwa wacana pembatasan ini bisa membuat AMRT lebih selektif dalam merencanakan ekspansi di wilayah pedesaan. Namun, ia menilai bahwa pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan akan relatif terbatas. Hal ini karena AMRT memiliki jaringan yang kuat di area perkotaan dan semi-perkotaan.

“Dengan jaringan yang sudah kuat di area urban dan semi-urban, dampaknya terhadap kinerja secara keseluruhan diperkirakan relatif terbatas,” ujar Abida kepada aiotrade, Rabu (25/2/2026).

Momentum Musiman dan Kenaikan Daya Beli

Di sisi lain, Abida menilai bahwa kinerja AMRT masih akan didukung oleh momentum musiman seperti Ramadan dan Lebaran. Pada periode ini, konsumsi masyarakat biasanya meningkat, sehingga menjadi peluang bagi perusahaan ritel untuk meningkatkan penjualan.

Selain itu, ada indikasi perbaikan daya beli masyarakat yang bisa menjadi faktor pendukung kinerja AMRT. Kombinasi antara pertumbuhan penjualan same store dan ekspansi gerai yang terukur diharapkan menjadi katalis positif pada tahun ini.

Rekomendasi Investasi

Dengan prospek yang masih konstruktif, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan investor untuk membeli saham AMRT dengan target harga Rp 2.000 per saham untuk jangka menengah. Meskipun demikian, harga saham AMRT pada akhir perdagangan Rabu (25/2/2026) berada di level Rp 1.735 per saham atau melemah 2,80% dibanding hari sebelumnya. Dalam setahun terakhir, AMRT masih tertekan hingga 28,01%.

Pendapat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal

Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyampaikan bahwa jika Kopdes Merah Putih sudah berjalan dengan baik, maka penyebaran bisnis minimarket harus dihentikan. Menurutnya, minimarket sudah terlalu merajalela dan bisa menjadi ancaman bagi Kopdes Merah Putih. Ia juga menyatakan bahwa kekayaan dari pemilik minimarket sudah cukup besar karena dibiarkan berkembang selama ini tanpa batasan.

Kesimpulan

Wacana pemerintah untuk membatasi ekspansi peritel modern ke daerah terpencil dapat memberikan tantangan tersendiri bagi AMRT. Namun, dengan jaringan yang kuat dan momentum musiman yang positif, perusahaan ini tetap memiliki peluang untuk tetap bertahan dan bahkan berkembang. Investor perlu memantau perkembangan regulasi serta tren pasar untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan