Respons Masyarakat Gorontalo di Hari Pertama Uji Coba Satu Arah Jalan HB Jassin

Respons Warga Kota Gorontalo terhadap Uji Coba Sistem Satu Arah Jalan HB Jassin

Beberapa warga Kota Gorontalo memberikan respons mereka terkait penerapan uji coba sistem satu arah (one way) di Jalan HB Jassin, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Salah satunya adalah Alin Arsyad, seorang penjual makanan yang mengaku bahwa sejak pagi hari, jalan tersebut terlihat sunyi.

Menurutnya, kondisi pagi tadi sepi karena akses kendaraan hanya dari arah bagian selatan ke utara. Meskipun begitu, ia mengatakan hal itu tidak begitu berdampak bagi usaha jualannya.

"Normal-normal saja, cuma tadi agak sunyi karena hanya satu arah," ungkapnya.

Adanya informasi bahwa uji coba satu arah akan dimulai sore nanti, Elin menanggapinya dengan santai. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak sampai sore juga, sehingga tidak terlalu khawatir.

Menurutnya, hari pertama uji coba ini belum terasa dampaknya bagi dia yang tinggal di kawasan tersebut.

Sementara itu, Rahman, pengemudi bentor, mengaku belum merasakan dampak uji coba satu arah di Jalan HB Jassin. Menurutnya, masih biasa dan belum kelihatan dampaknya. Hal itu dikarenakan uji coba ini hanya berlangsung beberapa jam saja.

Di saat uji coba, ia mengaku belum mendapat orderan masuk. "Saat ini juga belum ada orderan," pungkasnya.

Penerapan Uji Coba Sistem Satu Arah oleh Dinas Perhubungan

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Gorontalo mulai menerapkan uji coba sistem satu arah (One Way) di Jalan HB Jassin, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Senin (27/10/2025). Berdasarkan informasi dari sejumlah petugas Dishub di kawasan simpang lima, uji coba dimulai dilaksanakan sejak pagi.

"Dari pagi pak pukul 07.15 Wita," ujar salah satu petugas. Percobaan ini rupanya hanya berlangsung beberapa jam saja.

Tribun Gorontalo kemudian melakukan pemantauan di empat jalan HB Jasin dan Jalan Salak dan Jalan Bali. Rupanya sejumlah personil Dishub tersebar di sejumlah titik vital seperti simpang tiga dan simpang empat. Arus lalu lintas terpantau lancar, meskipun beberapa masyarakat masih perlu untuk diarahkan.

Khususnya di Simpang Lima Telaga, sejumlah pengendara dari Kabupaten Gorontalo menuju Kota Gorontalo masih kebingungan. Namun para petugas berusaha memberikan pengarahan dan sosialisasi.

Kemudian pada pukul 09.15, barikade dan papan informasi satu arah dibuka dari. Uji coba ini rupanya hanya berlangsung dua jam di pagi hari.

"Sore baru kita laksanakan mulai pukul 16.00-18.00 Wita," pungkasnya.

Penjelasan Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Gorontalo

Diberitakan, Dishub Kota Gorontalo akan melakukan uji coba sistem satu arah di Jalan Dr HB Jassin. Uji coba ini akan berlangsung di sepanjang ruas eks Jalan Agus Salim hingga Simpang Lima Telaga.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Gorontalo, Rahmanto Idji, mengatakan bahwa pelaksanaan uji coba telah melalui pembahasan dengan berbagai pihak. “Ini baru tahap uji coba. Kami berhati-hati karena tujuannya untuk melihat efektivitasnya terlebih dahulu,” kata Rahmanto, Selasa (22/10/2025).

Sistem satu arah akan dimulai dari Simpang Empat MCD menuju utara hingga Simpang Lima Telaga. Selama masa uji coba, petugas Dishub akan disiagakan di beberapa titik untuk membantu mengarahkan arus kendaraan.

“Kalau kendaraan masuk dari arah Simpang Lima Telaga, tidak bisa lagi langsung belok kanan ke Jalan HB Jassin. Pengendara harus lewat Jalan Andalas atau Jalan Rambutan,” jelasnya.

Rahmanto menambahkan, Jalan HB Jassin memiliki 13 simpang dengan panjang lintasan sekitar 3,7 kilometer, sehingga dinilai berpotensi mengurangi kemacetan. Penerapan sistem satu arah ini dilakukan karena adanya peningkatan jumlah kendaraan sebesar 5–10 persen per tahun, serta volume lalu lintas yang semakin tinggi di kawasan tersebut.

“Tingkat layanan di ruas ini sudah masuk kategori D, yang berarti padat. VC rasio sudah 0,82, artinya 82 persen badan jalan sudah terisi kendaraan,” tuturnya.

Evaluasi dan Persetujuan dari Kemenhub

Uji coba akan berlangsung selama dua hari, masing-masing dua jam per hari. Setelah itu, Dishub bersama pihak kepolisian dan stakeholder lainnya akan melakukan evaluasi.

“Untuk 27 dan 28 Oktober nanti, kita mulai dua jam dulu. Setelah evaluasi baru diputuskan apakah dilanjutkan atau disesuaikan,” kata Rahmanto.

Ia menegaskan bahwa sistem ini masih bersifat sementara karena masih menunggu persetujuan final dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Meski demikian, izin pelaksanaan uji coba telah diberikan.

“Alhamdulillah, Kemenhub sudah menyetujui uji coba ini. Sebelumnya kami sudah rapat beberapa kali, termasuk difasilitasi oleh BPTD Kemenhub dan dihadiri Direktorat Lalu Lintas Jalan,” jelasnya.

Rapat koordinasi juga diikuti oleh pihak kepolisian, pengelola jalan (BPJN), dan BPTD Kelas II Gorontalo.

“Kami juga rapat lewat Zoom bersama Direktorat Lalu Lintas Jalan. Dari hasilnya, disetujui dilakukan uji coba, tapi tetap dengan evaluasi setelahnya,” ujarnya.

Rahmanto berharap masyarakat, terutama pengendara yang sering melintas di kawasan HB Jassin, dapat bekerja sama dan menaati rambu-rambu yang telah dipasang.

“Kami mohon dukungan warga. Ini bukan untuk mempersulit, tapi untuk menata arus lalu lintas agar lebih tertib dan aman,” pungkasnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan