
Respons Pemimpin Dunia terhadap Serangan Israel ke Qatar
\nBeberapa pemimpin dunia merespons tindakan Israel yang menyerang Qatar pada Selasa (9/9/2025). Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa serangan udara tersebut diluncurkan untuk menargetkan pemimpin Hamas. Doha, ibu kota Qatar, dikenal sebagai markas para pemimpin Hamas di luar negeri. Setelah serangan udara terjadi, suara dentuman terdengar di ibu kota negara tersebut.
\nJuru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, mengutuk keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran berat atas hukum dan norma internasional. Ia menegaskan bahwa Qatar tidak akan menoleransi perilaku Israel serta intervensinya yang berkelanjutan terhadap keamanan regional.
\nSaat ini, investigasi tengah dilakukan untuk mengungkap lebih jauh tentang serangan tersebut. Berikut adalah respons dari beberapa pemimpin dunia terhadap tindakan Israel menyerang Qatar:
\n1. Donald Trump: Tidak Senang dengan Serangan
\nPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tidak senang dengan serangan yang dilancarkan Israel ke Qatar. Dia mengatakan bahwa ia menerima peringatan serangan tersebut dari militer AS sebelum serangan terjadi. Trump menyampaikan ketidakpuasan terhadap tindakan Israel, terutama karena serangan tersebut terjadi di Teluk Arab, yang merupakan sekutu utama Washington di luar NATO.
\n2. Arab Saudi: Mengecam Agresi Israel
\nArab Saudi mengecam sekeras-kerasnya agresi brutal Israel terhadap Qatar. Mereka menilai serangan itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara Qatar. Arab Saudi juga memperingatkan bahwa Israel layak menerima konsekuensi serius atas tindakannya yang melanggar prinsip-prinsip hukum dan norma internasional.
\n3. Turki: Tidak Percaya pada Perjanjian Perdamaian
\nKementerian Luar Negeri Turki juga mengutuk serangan Israel ke Qatar. Mereka menilai tindakan tersebut menunjukkan bahwa Israel tidak tertarik mencapai perdamaian. Penargetan delegasi negosiasi Hamas saat perundingan gencatan senjata masih berlangsung dianggap sebagai tanda bahwa Israel ingin melanjutkan perang.
\n4. Uni Emirat Arab: Mendukung Qatar
\nUni Emirat Arab turut mengecam serangan Israel. Anwar Gargash, penasihat diplomatik Presiden UEA, menyatakan bahwa keamanan negara-negara di Teluk Arab tidak bisa dipisahkan. Ia menegaskan dukungan penuh UEA kepada Qatar dalam menghadapi agresi tersebut.
\n5. Iran: Menilai Serangan sebagai Pelanggaran Berat
\nIran menyebut serangan Israel ke Qatar sebagai tindakan pelanggaran berat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap aturan internasional, kedaulatan nasional, dan integritas teritorial Qatar.
\n6. Irak: Mengkritik Tindakan Israel
\nKementerian Luar Negeri Irak mengkritik tindakan Israel dan menyebut serangan tersebut sebagai tindakan pengecut. Irak juga menyatakan dukungan penuh kepada Qatar dalam menghadapi segala bentuk agresi dari Israel.
\n7. Palestina: Mengutuk Serangan Israel
\nWakil Presiden Palestina dan Wakil Ketua Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina mengutuk serangan Israel yang menargetkan negara saudaranya, Qatar. Mereka menilai bahwa pendudukan Israel melakukan kejahatan pembunuhan pengecut di jantung ibu kota Qatar.
\n8. Kelompok Houthi Yaman: Memperingatkan Ancaman Zionis
\nDewan Politik Tertinggi Houthi, Mahdi al-Mashat, menyerukan agar negara-negara Arab dan Muslim memperhatikan serangan Israel sebelum terlambat. Ia memperingatkan bahwa tindakan Israel merupakan pelanggaran berat dan dapat berulang di negara-negara lain jika tidak ada kebersamaan dalam menghadapi ancaman Zionis.
\n9. Hamas: Menilai Serangan sebagai Agresi Terbuka
\nHamas mengatakan bahwa serangan Israel ke Doha merupakan agresi terang-terangan yang keji. Tindakan itu melanggar norma dan hukum internasional. Mereka menyatakan bahwa serangan ini merupakan serangan terhadap kedaulatan Qatar dan menunjukkan sifat kriminal pendudukan tersebut.
\n10. Suriah: Menilai sebagai Eskalasi Bahaya
\nSuriah menilai serangan Israel ke Qatar sebagai eskalasi berbahaya yang merusak keamanan dan stabilitas kawasan. Damaskus mengutuk serangan di Doha dan menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan kedaulatan Qatar.
\nSelain negara-negara di atas, beberapa negara lain seperti Jerman, Spanyol, Inggris, Italia, dan Prancis juga menyampaikan pengutukan terhadap tindakan Israel menyerang Qatar.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar