Roy Suryo Kritik Pedas Jokowi: "Lapor Polda karena Ijazah Hilang atau Kewarasannya?"

Roy Suryo Kritik Pedas Jokowi: "Lapor Polda karena Ijazah Hilang atau Kewarasannya?"

Roy Suryo Kritik Pedas Jokowi: "Lapor Polda karena Ijazah Hilang atau Kewarasannya?"

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Kembali Memicu Kontroversi

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Roy Suryo, kembali menjadi sorotan publik setelah mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan pro dan kontra. Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Selasa (11 November 2025), Roy menyampaikan klaim bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah melaporkan kehilangan ijazahnya ke Polda Metro Jaya.

“Dari tempat ini dulu kita mulai, dan dari tempat ini pula kita bergerak lagi. Pada 30 April, kami dengar kabar Jokowi melapor ke bagian kehilangan di Polda Metro Jaya,” ujar Roy.

Namun, pernyataan yang membuat suasana semakin panas adalah sindiran satir yang disampaikannya. Ia mengatakan, “Mungkin beliau kehilangan ijazahnya, atau kehilangan kewarasannya.” Perkataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

Bantahan Roy: Tidak Pernah Mengedit Dokumen Jokowi

Roy membantah tudingan bahwa dirinya atau timnya memalsukan atau mengedit dokumen milik Jokowi. Ia menegaskan, “Demi Tuhan, kami tidak pernah mengedit ijazah Jokowi. Kalau ada yang bilang kami menyebarkan dokumen palsu, justru mereka yang berbohong.”

Menurut Roy, apa yang dilakukan oleh timnya adalah bentuk analisis akademik, bukan manipulasi digital. Ia juga menyebut seorang kader partai politik sebagai pihak pertama yang mengunggah foto ijazah Jokowi ke media sosial pada 1 April lalu.

“Foto itu diambil dalam posisi miring, jadi kalau terlihat janggal, itu bukan karena kami,” tambahnya.

Sindiran untuk Aparat dan Kejelasan Hukum

Roy meminta agar aparat penegak hukum berlaku adil terhadap dirinya serta dua tersangka lain, yakni Rismon Sianipar dan Tifauziah Tyassuma. “Saya mohon, kembalikan kewarasan kami yang dikriminalisasi dalam kasus ini,” ujarnya.

Ia juga menilai seharusnya pihak pertama yang mengunggah foto ijazah itulah yang diperiksa lebih dulu. “Kami meneliti secara ilmiah, bukan menyebar fitnah. Kalau ini dianggap pencemaran nama baik, mari buktikan di pengadilan,” katanya menantang.

Analisis Roy: Keaslian Ijazah Jokowi Masih Diragukan

Lebih jauh, Roy mengklaim bahwa timnya masih menemukan kejanggalan pada dokumen tersebut. “Kami yakin 99,9 persen, keaslian ijazah Jokowi patut dipertanyakan,” ujarnya.

Kasus ijazah Jokowi kini telah menyeret delapan orang tersangka dari dua klaster berbeda. Publik kini menantikan kejelasan hukum atas klaim yang kembali dilontarkan Roy Suryo, yang dinilai bisa mengguncang kepercayaan terhadap dokumen resmi negara.

Perspektif Masyarakat Terhadap Kasus Ini

Sejumlah warga mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap isu ini. Beberapa menganggap bahwa klaim Roy Suryo bisa merusak citra institusi pendidikan dan pemerintahan. Namun, ada juga yang mendukung upaya Roy untuk memastikan transparansi dan kebenaran.

  • Beberapa netizen menyatakan bahwa mereka ingin melihat hasil investigasi yang lebih mendalam.
  • Ada juga yang menyarankan agar lembaga independen melakukan pemeriksaan ulang terhadap ijazah tersebut.
  • Sebagian lainnya menilai bahwa kasus ini hanya akan memperburuk polarisasi masyarakat.

Tanggapan dari Pihak Terkait

Pihak terkait, termasuk kementerian terkait dan lembaga hukum, belum memberikan respons resmi terkait pernyataan Roy Suryo. Namun, beberapa anggota parlemen dan tokoh masyarakat telah mengeluarkan pernyataan mereka.

  • Seorang anggota DPR menyatakan bahwa kasus ini harus ditangani dengan objektivitas.
  • Tokoh masyarakat lainnya menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional.
  • Sejumlah organisasi masyarakat juga mengajak semua pihak untuk tetap tenang dan menunggu proses hukum yang berjalan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan