RSUD R Syamsudin SH Sukabumi Tingkatkan Layanan Gawat Darurat dengan PSC dan SPGDT

RSUD R Syamsudin SH Sukabumi Tingkatkan Layanan Gawat Darurat dengan PSC dan SPGDT

Penerapan Sistem Baru di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi

RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi kini mulai menerapkan sistem baru yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada pasien. Sistem tersebut melibatkan penggunaan public service centre (PSC) dan sistem penanggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT). Selain itu, rumah sakit juga menyiapkan ruangan khusus untuk PSC dan SPGDT agar proses pelayanan lebih efisien dan terstruktur.

Sistem ini diklaim mampu menangani pasien secara cepat, tanggap, terkoordinasi, serta profesional. Hal ini akan memastikan bahwa penanganan pasien dapat dilakukan dengan lebih efektif dan optimal. Direktur RSUD R Syamsudin SH, Yanyan Rusyandi, menjelaskan bahwa sistem tersebut telah diterapkan sejak 14 Oktober 2025. Dengan adanya sistem ini, penanganan pasien menjadi lebih terintegrasi, sehingga data pasien yang dirujuk dari klinik atau rumah sakit lainnya sudah tersedia secara langsung.

”Sistem ini diberlakukan sebagai respons terhadap sistem rujukan terintegrasi (Sisrute) dari Kemenkes. Tujuannya adalah untuk memudahkan pelayanan terhadap pasien yang berasal dari pelayanan prarumah sakit dan rencana rujukan dari rumah sakit jejaring. Pasien atau keluarganya tidak perlu lagi mencari rumah sakit yang kosong, karena sudah difasilitasi oleh rumah sakit yang menggunakan sistem ini,” ujarnya pada Minggu 9 November 2025.

Contoh Penerapan Sistem

Yanyan memberikan contoh bagaimana sistem ini bekerja. Ketika ada pasien rujukan dari Saga ranten, Jampang Kulon, atau rumah sakit jejaring lainnya, data rujukan akan otomatis masuk ke operator di RSUD R Syamsudin SH. Hal ini membuat pasien atau keluarga tidak perlu khawatir lagi ketika dirujuk ke rumah sakit yang kondisinya penuh.

”Beberapa hari lalu kita belum memaksimalkan sarana untuk sistem tersebut, sehingga cukup banyak keluhan dari pasien, keluarga pasien, maupun dari rumah sakit jejaring tentang lamanya response time ketika merujuk pasien. Setelah terbentuk ruang PSC dan adanya SPGDT ini, waktu respons kita kurang dari lima menit,” katanya.

Inovasi dalam Pelayanan

Menurut Yanyan, sejak diberlakukannya sistem ini, pasien rujukan yang datang bisa langsung ditangani oleh petugas medis yang sedang bertugas, khususnya petugas di IGD yang dibuka selama 24 jam. Meski demikian, ia berharap sistem pelayanan di RSUD R Syamsudin SH bisa terus ditingkatkan dengan berbagai inovasi pelayanan lainnya.

”Semoga dengan adanya ruangan PSC ini, serta sistem terintegrasi seperti SPGDT, dapat memuaskan pasien. Terutama untuk pasien-pasien yang selama ini mengalami kesulitan untuk masuk atau dirujuk ke kita. Semoga ini juga bisa memudahkan rumah sakit perujuk yang ruangan serta sumber dayanya tercukupi sesuai kondisi pasien yang dirujuk,” tambahnya.

Dengan adanya inovasi ini, RSUD R Syamsudin SH berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Diharapkan, sistem baru ini tidak hanya membantu pasien, tetapi juga memperkuat jaringan kerja sama antar rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang lebih baik.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan