
JAKARTA, aiotrade.app
Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan pada perdagangan pasar spot hari ini, Senin (27/10/2025).
Berdasarkan data dari Bloomberg, pada pukul 10.35 WIB, rupiah berada di level Rp 16.621 per dollar AS. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 19 poin atau 0,1 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang tercatat di Rp 16.602 per dollar AS.
Menurut analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, rupiah memiliki potensi untuk menguat pada hari ini. Ia menyebut bahwa optimisme terhadap perundingan perdagangan antara China dan AS memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan.
Selain itu, data inflasi AS yang menunjukkan moderasi pada pekan lalu meningkatkan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Kondisi ini turut membatasi tekanan terhadap rupiah.
Namun, ruang penguatan rupiah disebut masih terbatas karena para pelaku pasar sedang menantikan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) serta pertemuan antara Presiden Xi Jinping dengan Donald Trump pada pekan ini.
Lukman mengungkapkan bahwa range pergerakan rupiah hari ini diperkirakan berada di kisaran antara Rp 16.550 hingga Rp 16.650.
Dari sisi kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), pada Jumat (24/10/2025), rupiah berada di posisi Rp 16.630 per dollar AS. Angka ini menunjukkan penguatan tipis dibandingkan dengan penutupan pada Kamis (23/10/2025) yang tercatat di Rp 16.645 per dollar AS.
Di sektor perbankan nasional, harga jual dollar AS bervariasi antar bank. Berikut rincian kurs jual dan beli dollar AS di beberapa bank besar:
- BRI:
- Jual: Rp 16.640
-
Beli: Rp 16.613
-
Mandiri:
- Jual: Rp 16.610
-
Beli: Rp 16.580
-
BNI:
- Jual: Rp 16.636
-
Beli: Rp 16.616
-
BCA:
- Jual: Rp 16.638
-
Beli: Rp 16.618
-
CIMB Niaga:
- Jual: Rp 16.628
- Beli: Rp 16.617
Pergerakan nilai tukar rupiah ini menjadi indikator penting bagi investor dan pelaku bisnis yang memantau kondisi ekonomi makro. Perkembangan terkini terkait hubungan bilateral antara negara-negara besar serta kebijakan moneter bank sentral akan tetap menjadi faktor utama dalam menentukan arah pergerakan rupiah.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar