
Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah ditutup melemah pada akhir perdagangan, Jumat (9/1/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah ke level Rp16.819 per dolar AS per dolar AS.
Rupiah tercatat melemah 21 poin atau 0,13 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
1. Rincian mata uang di kawasan Asia bergerak variatif
Mata uang di Asia bergerak variatif, dengan ricnian:
Bath Thailand menguat 0,23 persen
Ringgit Malaysia melemah 0,25 persen
Yuan China menguat 0,03 persen
Rupee India melemah 0,20 persen
Pesso Filipina melemah 0,11 persen
Won Korea melemah 0,43 persen
Dolar Taiwan melemah 0,10 persen
2. Alasan dolar AS berhasil menguat seharian
Menurut analis pasar keuangan, Lukman Leong, penguatan dolar AS hari ini didorong kondisi perekonomian Negeri Paman Sam yang membaik, dengan data-data tenaga kerja yang pulih.
“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yg kembali menguat setelah data-data pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan,” ujar Lukman kepada IDN Times.
3. Sentimen dalam negeri yang mendorong pelemahan rupiah
Di dalam negeri, dia melihat adanya sentimen terhadap prospek suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR), yang makin mendorong pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS.
“Sentimen domestik seperti prospek suku bunga BI, defisit anggaran masih akan terus membebani,” tutur Lukman.
Rupiah Babak Belur Terhadap Dolar AS Pagi Ini, Lampaui Rp16.800! BI Bidik Transaksi Pasar Uang Tembus Rp81 Triliun pada 2030 Modal Asing Rp3,79 Triliun Ramai-Ramai Angkat Kaki dari Pasar Uang RI
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar