
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Jumat, kembali bergerak melemah 21 poin atau 0,13 persen menjadi Rp 16.819 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.798 per dolar AS.
Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra menganggap pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi data-data pekerjaan Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan
“Rupiah masih melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat setelah data-data pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan,” ujarnya kepada Antara di Jakarta, Jumat, 9 Januari 2025.
Challenger, Gray & Christmas melaporkan pemutusan hubungan kerja menurun sebesar 8,3 persen year on year (yoy) pada Desember 2025 menjadi 35.553, level terendah sejak Juli 2024.
Sementara itu, US Initial Jobless Claims untuk pekan yang berakhir 3 Januari 2025 naik menjadi 208 ribu dari 200 ribu pada pekan sebelumnya, tetapi tetap di bawah ekspektasi pasar sebesar 212 ribu.
Selain itu, Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) bulan November 2025 yang menunjukkan lowongan pekerjaan menurun menjadi 7,14 juta, turun dari 7,44 juta dibandingkan Oktober.
Perubahan Ketenagakerjaan Automatic Data Processing (ADP) juga menunjukkan penggajian swasta meningkat sebesar 41 ribu pada bulan Desember, kurang dari perkiraan sebesar 47 ribu, tetapi menandai peningkatan yang jelas dari kehilangan pekerjaan sebesar 29 ribu pada bulan November.
“Pelemahan rupiah ini sebelumnya juga mendapatkan dorongan dari persoalan bencana (Sumatera) dan stimulus fiskal serta moneter yang belum mengangkat pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Aris.
Di samping itu, pelemahan rupiah tertahan laporan Bank Indonesia (BI) terkait keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi yang tetap kuat pada Desember 2025, sebagaimana terindikasi dalam hasil Survei Konsumen Bank Indonesia.
Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2025 yang berada pada level optimis atau indeks lebih dari 100, yakni sebesar 123,5.
“Kalau lihat bulannya adalah Desember, indeks kepercayaan konsumen lebih baik karena peningkatan konsumsi jelang akhir tahun,” kata dia.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp 16.834 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.801 per dolar AS.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar