
Saham BUMI Kembali Melemah di BEI
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/12/2025). Penurunan ini terjadi setelah saham emiten batu bara tersebut ditutup turun 18 poin atau 4,74 persen ke level 362, dari posisi sebelumnya di 380. Pergerakan saham ini mencerminkan tekanan jual yang cukup signifikan selama sesi perdagangan.
Sejak awal perdagangan, BUMI dibuka melemah di level 382 dan sempat menyentuh harga tertinggi 384. Namun, tekanan jual yang cukup besar membuat saham ini bergerak turun hingga level terendah 360 sebelum akhirnya ditutup di 362. Pergerakan ini menunjukkan ketidakstabilan dalam aktivitas pasar.
Aktivitas Transaksi yang Ramai
Aktivitas transaksi saham BUMI tergolong sangat ramai. Tercatat volume perdagangan mencapai sekitar 47,95 juta lot, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,77 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 177.097 kali. Angka-angka ini menunjukkan tingginya minat investor terhadap saham BUMI meskipun secara keseluruhan mengalami penurunan.
Data order book menunjukkan dominasi tekanan jual. Total antrian jual (offer) tercatat sekitar 486,2 juta saham, jauh lebih besar dibandingkan antrian beli (bid) yang berada di kisaran 304,3 juta saham. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan untuk menjual saham BUMI lebih besar daripada permintaan untuk membeli.
Pada sisi bid, permintaan terbesar terlihat di level harga 360 dengan antrian sekitar 994.969 lot. Sementara itu, antrian jual terbesar berada di level 364 dengan jumlah sekitar 1,13 juta lot. Perbedaan ini menunjukkan adanya ketimpangan antara permintaan beli dan jual.
Aksi Jual Investor Asing Dominan
Berdasarkan data broker summary, tekanan terhadap saham BUMI terutama datang dari investor asing yang mencatatkan aksi jual bersih (net sell) cukup besar. Broker dengan net sell terbesar adalah YU dengan nilai mencapai Rp79,6 miliar dan volume jual sekitar 2,1 juta lot di harga rata-rata 373. Selanjutnya AK mencatatkan net sell Rp61,7 miliar, disusul MG sebesar Rp56 miliar dan CP senilai Rp44,1 miliar.
Tekanan jual asing juga terlihat dari CC dengan net sell Rp21,9 miliar, GR sebesar Rp10,6 miliar, HP senilai Rp10,2 miliar, serta DR dan YP yang masing-masing mencatatkan penjualan bersih di atas Rp9 miliar.
Di sisi lain, sejumlah broker domestik terlihat melakukan akumulasi. LG menjadi pembeli terbesar dengan net buy Rp34,8 miliar, disusul XL sebesar Rp33,5 miliar dan ZP senilai Rp28,8 miliar. Aksi beli juga tercatat dari SQ dengan net buy Rp26,2 miliar, KK sebesar Rp21,2 miliar, SS senilai Rp20,8 miliar, serta XC dan NI yang masing-masing membukukan pembelian bersih di atas Rp17 miliar.
Analisis Pergerakan Saham BUMI
Koreksi tajam saham BUMI hari ini selaras dengan dominasi net sell investor asing, yang mengindikasikan masih kuatnya aksi distribusi dan profit taking. Tekanan jual tersebut membuat pergerakan BUMI sulit bertahan di atas level psikologis 370. Meski demikian, masuknya akumulasi dari sejumlah broker domestik menunjukkan masih adanya minat beli di area harga bawah.
Secara teknikal, area 360 mulai berperan sebagai support jangka pendek, namun masih rawan ditembus jika tekanan jual asing berlanjut. Selama BUMI belum mampu kembali menembus dan bertahan di atas area 370-380, pergerakan saham diperkirakan masih volatile.
Investor disarankan mencermati dinamika harga batu bara global serta pergerakan broker asing sebagai indikator arah selanjutnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar