Saham Garuda Indonesia (GIAA) Jadi Sorotan Analis di BEI Usai Danantara Salurkan Rp23 T

admin.aiotrade 26 Feb 2026 2 menit 6x dilihat
Saham Garuda Indonesia (GIAA) Jadi Sorotan Analis di BEI Usai Danantara Salurkan Rp23 T

Penilaian Analis terhadap Saham Garuda Indonesia

PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) masih mendapat rekomendasi "not rated" dari Mirae Asset Sekuritas. Hal ini disebabkan oleh beberapa isu yang belum sepenuhnya terselesaikan, seperti masalah likuiditas saham dan proses restrukturisasi yang masih berlangsung. Meskipun telah menerima suntikan dana sebesar Rp23 triliun dari lembaga pengelola dana negara (SWF) Danantara, analis tetap melihat adanya tantangan dalam memperbaiki kinerja perusahaan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Nafan Aji, Senior Technical Analyst dari Mirae Asset Sekuritas, menjelaskan bahwa meskipun dana segar dianggap bisa meningkatkan kinerja, namun saat ini likuiditas perdagangan saham GIAA masih rendah. Ia menilai bahwa saham tersebut sementara ini tidak layak untuk dinilai karena ketidaklikuidannya.

“Saham GIAA untuk sementara waktu tidak layak dinilai karena tidak likuid,” ujarnya pada Kamis (26/2/2026). Ia menambahkan bahwa penilaian lebih lanjut akan dilakukan jika pergerakan saham kembali likuid dan mencerminkan mekanisme pasar yang sehat. “Ke depan akan dilihat lagi perkembangan harga saham GIAA jika sudah likuid kembali,” tambahnya.

Suntikan Dana dari Danantara

Selain itu, Achmad Yaki, Head of Online Trading BCA Sekuritas, menjelaskan bahwa suntikan dana sebesar Rp23 triliun dari Danantara akan digunakan untuk beberapa kebutuhan utama, seperti modal kerja dan operasional Garuda, perawatan armada, serta dukungan pendanaan untuk anak usaha Citilink. Selain itu, dana juga akan digunakan untuk ekspansi armada dan pembayaran utang bahan bakar Citilink.

Langkah ini diharapkan dapat membantu memperbaiki performa operasional yang sempat tertekan akibat pandemi dan beban utang masa lalu. Namun, Yaki menekankan bahwa suntikan dana saja tidak cukup. Perbaikan kinerja harus diiringi dengan peningkatan efisiensi, baik dari sisi operasional maupun non-operasional.

Dengan tambahan dana segar dan program efisiensi, Yaki menilai kerugian GIAA berpotensi menyusut. Bahkan, dalam skenario optimistis, bukan tidak mungkin perseroan kembali mencatatkan laba.

Tantangan yang Menghadang

Namun, sejumlah tantangan masih menghadang. Salah satunya adalah rencana pembelian 50 unit pesawat Boeing yang berpotensi tertunda. Rencana ekspansi ini dinilai belum tentu berjalan mulus karena Garuda masih dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Kondisi ini membuat ruang untuk memperoleh pinjaman atau fasilitas kredit baru menjadi terbatas. Lembaga keuangan umumnya lebih berhati-hati memberikan pembiayaan kepada emiten yang masih dalam fase restrukturisasi.

Pandangan BCA Sekuritas terhadap Saham GIAA

Di tengah dinamika tersebut, BCA Sekuritas memberikan pandangan taktis terhadap saham GIAA dengan strategi buy on support dan target harga Rp102.

Catatan Penting

Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan