aiotrade.CO.ID - JAKARTA
Harga saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di awal tahun 2026. Sejak awal tahun atau year to date, saham RMKE telah melonjak sekitar 32% dan menyentuh level Rp 7.875 per saham pada Senin (12/1/2026). Meski saat ini status saham RMKE masih dihentikan sementara atau suspend oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 13 Januari 2026 lalu, pergerakan harga saham tersebut tetap mengundang perhatian investor.
Di balik kenaikan harga saham RMKE, terdapat aksi akumulasi dari sejumlah broker yang memperkuat momentum pasar. Salah satu broker yang paling agresif adalah Henan Putihrai Sekuritas, yang mencatatkan net buy sebesar Rp 59,8 miliar. Selain itu, sejumlah broker lainnya secara kolektif membukukan net buy dengan total sekitar Rp 104 miliar, yang turut mendukung kenaikan saham RMKE sejak awal tahun.
Henan Putihrai Sekuritas tercatat konsisten melakukan akumulasi saham RMKE. Dalam periode 1–15 Januari 2026, broker berkode HP berhasil mengoleksi sekitar 91.716 lot saham RMKE dengan harga rata-rata Rp 6.506 per saham. Secara year to date, Henan Putihrai Sekuritas tercatat paling agresif dalam melakukan akumulasi bersih pada sejumlah emiten yang sering dikaitkan dengan konglomerat Prajogo Pangestu serta Happy Hapsoro.
Beberapa emiten yang menjadi fokus akumulasi antara lain: * PT Petrosea Tbk (PTRO), yang mencatatkan net buy sebesar Rp 236 miliar. * PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), senilai Rp 47 miliar. * PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), sebesar Rp 25 miliar.
Sebelumnya, Direktur RMK Energy Vincent Saputra menjelaskan bahwa pihaknya akan fokus melakukan ekspansi peningkatan aksesibilitas logistik. Hal ini dilakukan dengan menambah konektivitas hauling road menuju tambang-tambang potensial di Muara Enim. Tujuan utamanya adalah menargetkan 4–5 pelanggan baru pada 2026.
Vincent menambahkan bahwa pihaknya semakin optimistis dengan tiga pelanggan baru yang telah bergabung pada penutupan 2025, yaitu PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL), PT Duta Bara Utama (DBU), dan PT Menambang Muara Enim (MME).
"Dengan tambahan pelanggan baru tersebut, kami menargetkan volume angkutan jasa logistik sebesar 12,7 juta ton batubara pada 2026," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (16/1/2026).
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar