Saham Top PTRO, SCMA Cs Bisa Terus Naik Hingga 2026?

Kinerja IDX SMC Liquid pada Tahun 2025

Indeks saham lapis dua, yaitu IDX SMC Liquid, menunjukkan kinerja yang sangat positif pada tahun 2025. Indeks ini terdiri dari beberapa saham konstituen seperti PT Petrosea Tbk. (PTRO) dan PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA). Pada akhir tahun 2025, indeks ini mencatatkan peningkatan sebesar 15,58% secara year to date (ytd) atau sejak perdagangan perdana pada 2025. Harga indeks saat ini berada di level 352,34.

Kinerja yang luar biasa ini jauh lebih baik dibandingkan dengan indeks lainnya seperti IDX LQ45, yang hanya mengalami kenaikan sebesar 3,03% selama periode yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa investor mulai beralih perhatian ke saham-saham lapis dua.

Lonjakan Harga Saham Konstituen IDX SMC Liquid

Beberapa saham yang menjadi bagian dari IDX SMC Liquid juga mencatatkan lonjakan harga yang signifikan. Contohnya, saham PTRO mengalami kenaikan sebesar 292,76% ytd, sedangkan saham SCMA melonjak hingga 135,93% ytd. Penurunan nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah juga turut berkontribusi pada kenaikan harga saham-saham tersebut.

Analisis Equity Analyst

Equity Analyst dari PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, menjelaskan bahwa kinerja IDX SMC Liquid pada 2025 mencerminkan adanya rotasi minat investor ke saham lapis dua. Hal ini terjadi karena masih adanya diskon valuasi terhadap saham big caps. Dalam kondisi ini, saham lapis dua memiliki beta yang lebih tinggi, sehingga lebih sensitif terhadap perubahan sentimen makro, khususnya ekspektasi penurunan suku bunga.

Dalam lingkungan suku bunga yang cenderung turun, sektor-sektor seperti properti, konstruksi, consumer non esensial, serta emiten berbasis leverage menengah cenderung menjadi penerima manfaat utama. Hal ini disebabkan oleh penurunan biaya pendanaan dan potensi akselerasi pertumbuhan laba. Faktor-faktor inilah yang turut mendorong minat investor terhadap saham-saham IDX SMC Liquid sepanjang 2025.

Prospek Saat Memasuki Tahun 2026

Menurut Imam, prospek saham lapis dua diperkirakan masih menarik pada 2026 dengan fokus pada sektor-sektor yang sensitif terhadap pelonggaran moneter. Namun, investor tetap perlu bersikap selektif terhadap risiko sektoral. Dengan karakter beta yang tinggi, saham lapis dua berpotensi memberikan kinerja relatif lebih baik dalam fase penurunan suku bunga. Akan tetapi, saham-saham di IDX SMC Liquid rentan terhadap volatilitas, sehingga pendekatan stock selection berbasis fundamental menjadi kunci pada 2026.

Peran Aksi Korporasi

Sementara itu, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai bahwa lonjakan harga saham-saham IDX SMC Liquid didorong oleh aksi korporasi yang dilakukan. Salah satunya adalah PTRO, yang melakukan akuisisi besar-besaran pada tahun ini. Emiten besutan taipan Prajogo Pangestu ini aktif dalam pengambilalihan perusahaan-perusahaan lain.

Di sisi lain, SCMA juga didorong oleh EMTK (PT Elang Mahkota Teknologi Tbk.) yang terus meningkatkan kepemilikan saham. Selain itu, adanya IPO dari SUPA (PT Super Bank Indonesia Tbk.) juga turut memengaruhi kinerja saham SCMA.

Disclaimer

Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan