Samsung Akhirnya Miliki Momentum AI, Saham Pecahkan Rekor Baru

Kenaikan Saham Samsung Menandai Pemulihan dalam Era AI

Saham perusahaan teknologi terbesar asal Korea Selatan, Samsung Electronics Co., mengalami lonjakan tajam pada perdagangan Jumat (10/10/2025). Harga sahamnya mencapai penutupan tertinggi sepanjang masa setelah investor kembali mempercayai bisnis chip dan memori yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Lonjakan ini terjadi setelah pasar kembali dibuka setelah libur sepekan.

Menurut laporan dari Bloomberg, saham Samsung melonjak hingga 6,1 persen menjadi 94.400 won di Bursa Seoul. Sejak awal tahun, saham perusahaan ini telah meningkat sebesar 76 persen, sehingga kapitalisasi pasarnya melebihi 391 miliar dolar AS.

Perubahan ini menandai pemulihan besar-besaran bagi Samsung yang sebelumnya sempat tertinggal dalam reli saham global berbasis AI. Kini, investor percaya bahwa Samsung mampu mengejar rivalnya, SK Hynix Inc., yang lebih kecil namun lebih cepat dalam memasok high-bandwidth memory (HBM) untuk Nvidia Corp. dan produsen chip AI lainnya.

Salah satu faktor utama yang memperkuat optimisme pasar adalah kesepakatan besar antara Samsung dan OpenAI. Kesepakatan ini memberi dorongan tambahan bagi harga saham Samsung.

Shawn Oh, seorang equities trader di NH Investment & Securities Co., mengatakan bahwa diskon harga saham Samsung mulai terangkat seiring kemajuan pembicaraan dengan Nvidia terkait pasokan high-bandwidth memory dan investasi besar-besaran di sektor AI.

“Dikabarkan, Nvidia dan Samsung tengah dalam tahap akhir negosiasi mengenai volume pasokan, harga, dan jadwal pengiriman,” ujarnya.

Tidak hanya chip AI, pasar DRAM dan NAND yang didominasi Samsung juga diperkirakan memasuki fase “supercycle” baru karena kelangkaan pasokan yang mendorong kenaikan harga. Selama masa libur, Morgan Stanley menaikkan target harga saham Samsung sebesar 14 persen menjadi 111.000 won. Perusahaan tersebut menilai harga chip memori akan melonjak pada kuartal IV 2025 dan siklus permintaan yang kuat akan berlanjut hingga 2026.

Kondisi ini diyakini memberi ruang kenaikan lebih besar ke depan. Saham Samsung kini mencatat performa bulanan terbaik sejak 2020, setelah sebelumnya absen dalam reli AI global di awal tahun.

Tidak seperti reli tahun 2021 yang dipicu oleh investor ritel lokal saat pandemi, kali ini investor asing menjadi pendorong utama lonjakan harga saham. Reli saham Samsung dan SK Hynix—yang sudah naik 144 persen sepanjang 2025—mendorong Korea Selatan menjadi salah satu pasar saham dengan kinerja terbaik di dunia. Indeks Kospi pun tercatat naik 50 persen secara tahunan.

Haris Khurshid, Chief Investment Officer di Karobaar Capital LP yang berbasis di Chicago, mengatakan bahwa Samsung akhirnya mendapatkan momentum AI-nya.

“Menariknya, reli ini bukan hanya soal chip, tapi juga tentang keyakinan. Investor melihat Samsung tak lagi tertinggal dari gelombang AI, dan kini semua orang berlomba menilai ulang kesenjangan tersebut,” ujarnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan