
Kebaikan yang Tersembunyi dari Mpok Alpa
\nSelama hidupnya, Mpok Alpa dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan jarang tampil di depan publik. Namun, setelah ia meninggal dunia akibat penyakit kanker pada Jumat (15/8/2025), suaminya, Aji Darmaji, atau lebih akrab disapa Idung, menemukan banyak kebaikan yang tidak pernah diketahui sebelumnya.
\nSedekah Tanpa Pemberitahuan
\nIdung mengungkapkan bahwa selama ini, Mpok Alpa rutin melakukan sedekah tanpa sepengetahuan suaminya. Ia menemukan bukti transfer uang ke sebuah yayasan melalui ponsel istrinya.
\n"Kadang dia (Mpok Alpa) mengirim uang ke suatu yayasan untuk sedekah. Tapi enggak pernah bilang ke saya," kata Idung.
\nBahkan, penggali kubur bernama Surya Atmaja mengungkapkan bahwa Mpok Alpa memiliki niatan untuk membiayai pembangunan mushola.
\n"Tanahnya kita yang urusin, buat wakaf, untuk mushola yang ada sekarang. Biayanya kita kembaliin, kita jual untuk wakaf juga," ujarnya.
\nMembeli Ambulans untuk Warga
\nSelain itu, Mpok Alpa juga pernah membeli ambulans untuk kebutuhan warga. Pengungkapan ini datang dari Idung, yang menyebut bahwa ambulans tersebut dibeli atas nama wakaf almarhum orangtuanya.
\n"Biar dapat rezeki, dapat iklan kek, kalau ada rezeki pengin beli mobil ambulans, kan ini masjid belum ada mobil ambulans, dan kan mobil ini bakal kita pakai. Akhirnya dibeliin. Dapat rezeki, dapat iklan, ya udah niatin," imbuh Idung.
\nBagi Sembako di Bulan Ramadhan
\nSetiap bulan Ramadhan, Mpok Alpa rutin membagikan sembako kepada para janda dan dhuafa di lingkungan sekitar rumahnya. Hal ini diungkap oleh Ketua RT, Muidin.
\n"Sebelum bulan suci Ramadhan, khusus janda-janda, dhuafa di lingkungan RT kami, dia menyiapkan sembako dan mengantarkan langsung kalau dia punya kesempatan waktu," kata Muidin.
\nSelain itu, Mpok Alpa juga sering memperbolehkan tetangganya menggunakan halaman rumahnya untuk acara pribadi maupun kegiatan lingkungan.
\n"Menginginkan tahun ini rumahnya atau halaman rumahnya dijadikan untuk acara tasyakuran, malam 17 Agustus, untuk perlombaan tingkat anak-anak. Di malam puncak dia bersedia hadir untuk mengisi acara itu," tambahnya.
\nMembeli Tanah untuk Jalan
\nKeistimewaan lain yang terungkap adalah saat Mpok Alpa membeli tanah di dekat rumahnya agar tukang cilok bernama Saamin bisa bebas berjualan.
\n"Alhamdulillah saya dikasih jalan sama Mpok Alpa. Karena kan enggak ada jalan. Alhamdulillah kemurahan hatinya, saya dikasih jalan untuk sekeluarga saya di bawah," ujar Saamin.
\nSaamin bahkan menangis di kuburan Mpok Alpa karena merasa sangat berterima kasih atas kebaikannya.
\n"Semua yang pernah saya rasakan, dia pernah ngasih lemari, karpet, banyak deh diserahin sama saya. Makanya saya enggak bisa ngomong apa-apa, karena kebaikan dia itu sampai hati," ujarnya.
\nPerjuangan Melawan Kanker
\nMpok Alpa meninggal dunia di Rumah Sakit Kanker Dharmais sekira pukul 09.30 WIB. Sebelumnya, ia berjuang melawan penyakit kanker payudara selama satu tahun.
\nFakta ini baru terungkap setelah ia meninggal. Raffi Ahmad mengungkapkan bahwa Mpok Alpa didiagnosa kanker payudara saat tengah hamil anak kembar empat bulan di tahun 2024 lalu.
\nIa harus menjalani kemoterapi dalam kondisi hamil. Wafat di usia 38 tahun, Mpok Alpa meninggalkan seorang suami dan empat anak.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar