
aiotrade.CO.ID – JAKARTA
Kementerian Keuangan telah mengumumkan jadwal penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel untuk tahun 2026. Dengan proyeksi yang menunjukkan bahwa SBN ritel akan tetap menjadi pilihan investasi utama bagi para investor di tahun mendatang, hal ini menandai pentingnya produk keuangan ini dalam portofolio investasi masyarakat.
Djoko Sulistyo, Head of Investment & Insurance Product di Bank DBS Indonesia, menyampaikan bahwa SBN ritel masih menjadi salah satu opsi menarik bagi investor karena memiliki return yang stabil dan bisa menjadi alternatif dalam diversifikasi risiko. Selain itu, kemampuan SBN ritel untuk dibeli di pasar sekunder pada jenis tertentu juga menjadi daya tarik tambahan.
“SBN ritel merupakan surat utang berjangka pendek dengan volatilitas rendah, sehingga cocok untuk berbagai momentum investasi,” ujar Djoko setelah menghadiri acara Bank DBS Indonesia, Senin (19/1/2026).
Dari sisi suku bunga, Djoko memperkirakan terdapat potensi penurunan suku bunga pada tahun 2026. Jika benar terjadi, hal ini dapat meningkatkan nilai relatif dari SBN ritel. Ia menekankan bahwa karakteristik SBN ritel sebagai surat utang jangka pendek yang memberikan penghasilan rutin dan stabil menjadi alasan utama mengapa produk ini tetap menarik.
Mengenai proyeksi kupon untuk ORI029 yang akan dirilis antara 26 Januari hingga 19 Februari 2026, Djoko menyatakan bahwa kupon tersebut tidak akan jauh berbeda dari ORI028. Sebelumnya, ORI028 yang diterbitkan pada 29 September hingga 23 Oktober 2025 memiliki kupon tetap. Untuk ORI028 dengan tenor 3 tahun, kuponnya sebesar 5,35% per tahun, sedangkan untuk tenor 6 tahun, kuponnya mencapai 5,65% per tahun.
“Saya agak sulit memprediksi tingkat pengembalian, tapi saya yakin tidak akan jauh berbeda,” kata Djoko.
Jelasnya, Djoko melihat bahwa dalam menentukan kupon, Kementerian Keuangan selalu mempertimbangkan beberapa faktor. Di antaranya adalah kondisi makroekonomi dalam negeri dan arah kebijakan The Fed secara eksternal. Hal ini dilakukan agar penentuan kupon sesuai dengan situasi saat ini.
“Saya yakin semua faktor tersebut pasti dipertimbangkan oleh Kementerian Keuangan,” tegas Djoko.
Sebagai informasi, berikut jadwal penerbitan SBN ritel untuk tahun 2026:
- tORI029: 26 Januari - 19 Februari 2026
- tSR024 (SBN Syariah): 6 Maret - 15 April 2026
- tST016 (SBN Syariah): 8 Mei - 3 Juni 2026
- tORI030: 6 Juli - 30 Juli 2026
- tSR025 (SBN Syariah): 21 Agustus - 16 September 2026
- tSBR015: 28 September – 22 Oktober 2026
- tST017: 6 November - 2 Desember 2026
Dengan adanya jadwal penerbitan ini, investor dapat lebih mudah merencanakan strategi investasi mereka. SBN ritel tetap menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan karena stabilitas dan manfaatnya yang berkelanjutan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar