Sejarah Dicetak, Menkes: Stunting di Bawah 20 Persen untuk Pertama Kalinya

Pencapaian Penting dalam Dunia Kesehatan Indonesia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mencatat sebuah pencapaian penting dalam dunia kesehatan Indonesia. Untuk pertama kalinya, angka prevalensi stunting pada balita berhasil turun di bawah 20 persen, yaitu mencapai 19,8 persen. Penurunan ini menjadi bukti nyata dari kerja keras seluruh tenaga kesehatan dan kader di lapangan.

Pencapaian ini merupakan hasil dari pilar pertama transformasi kesehatan, yaitu penguatan layanan primer yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa penurunan ini adalah langkah besar dalam upaya memperbaiki kesehatan masyarakat.

Perkuat Sistem Kesehatan Paling Dasar

Upaya penurunan stunting tidak dilakukan secara instan. Pemerintah melakukan penguatan sistem kesehatan dari tingkat paling dasar dengan melibatkan 8.349 puskesmas dan lebih dari 324 ribu kader kesehatan di seluruh Indonesia. Selain itu, sistem surveilans penyakit juga sudah terintegrasi dengan peningkatan kapasitas laboratorium kesehatan masyarakat yang meningkat.

Sistem surveilans penyakit ini sudah lebih cepat dengan peningkatan kapasitas laboratorium kesehatan masyarakat yang meningkat dan akan terus dikembangkan di seluruh provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Fokus pada Pengobatan Menjadi Pencegahan

Budi menegaskan bahwa transformasi layanan primer juga menandai perubahan paradigma kesehatan nasional dari fokus pada pengobatan menjadi pencegahan. Selain itu, transformasi layanan rujukan dengan fokus untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit-rumah sakit di seluruh kabupaten/kota.

Percepatan ini dilakukan dengan program pengampuan penyakit prioritas utama, yaitu kanker, jantung, strok, ginjal, dan ibu dan anak. Saat ini, 29 provinsi sudah mampu melakukan operasi bedah jantung terbuka.

Porsi Asuransi Belanja Kesehatan Mencapai Rp640 Triliun Per Tahun

Dalam transformasi pembiayaan kesehatan, Budi memastikan pembiayaan yang adil, efektif, dan efisien. Dia mengatakan 268 juta penduduk atau hampir 100 persen telah dijangkau oleh program Jaminan Kesehatan Nasional.

Porsi asuransi dalam belanja kesehatan yang setiap tahunnya mencapai Rp640 triliun telah meningkat dengan pesat, menunjukkan masyarakat terlindungi secara finansial jika ada kejadian kesehatan yang fatal bagi mereka. Sudah lebih dari 36 persen dari belanja kesehatan dicover oleh asuransi kesehatan ini. Tarif JKN sudah kita sesuaikan untuk pertama kalinya untuk bisa meningkatkan pendapatan dari para rumah sakit-rumah sakit.

Capaian Lain dalam HKN ke-61

Selain pencapaian tersebut, dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61, Menteri Kesehatan juga mengungkap capaian lain seperti 52 juta Cek Kesehatan Gigi (CKG) dan 32 peningkatan rumah sakit. Wamenkes juga disambut dengan lagu riang oleh lansia saat memantau cek kesehatan gratis. Selain itu, Wamenkes akan menelusuri dan menegur rumah sakit yang menolak warga Baduy berobat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan