Setahun Prabowo-Gibran, 78,3 Persen Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah

Setahun Prabowo-Gibran, 78,3 Persen Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah

Hasil Survei Nasional: Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran

Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei nasional terbaru yang mengukur evaluasi satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik yang cukup tinggi terhadap kinerja pemerintahan keduanya.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, menjelaskan bahwa sebanyak 81,5 persen responden menyatakan percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Sementara itu, 15,6 persen responden menyatakan tidak percaya, dan 2,9 persen lainnya tidak menjawab atau tidak tahu.

“Angka 81,5 persen didapat dari gabungan responden yang menjawab sangat percaya sebanyak 10 persen dan cukup percaya 71,5 persen. Sedangkan 15,6 persen merupakan gabungan dari responden yang menjawab kurang percaya 14,4 persen dan sangat tidak percaya 1,2 persen,” kata Hanta Yuda dalam konferensi pers daring, Minggu (19/10).

Selain tingkat kepercayaan, Poltracking juga mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan. Hasilnya, 78,3 persen responden mengaku puas, sedangkan 19,2 persen merasa tidak puas. Adapun 2,5 persen responden memilih tidak tahu atau tidak menjawab.

“Responden yang mengaku puas terdiri dari 9,7 persen yang sangat puas dan 68,6 persen yang cukup puas. Sementara yang tidak puas, 17,5 persen menjawab kurang puas dan 1,7 persen tidak puas sama sekali,” jelas Hanta.

Alasan Utama Kepercayaan dan Kepuasan Publik

Dari kelompok responden yang menyatakan puas, Poltracking meminta mereka menjelaskan alasan di balik kepuasan tersebut. Sebanyak 22,9 persen responden menilai kepemimpinan Prabowo tegas, berani, dan bertanggung jawab, menjadikannya alasan utama.

Alasan berikutnya, 13,4 persen responden menilai program bantuan sosial pemerintah bermanfaat, disusul 11,4 persen yang menilai Prabowo adalah figur dekat dengan rakyat kecil.

“Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang dinilai lebih baik menjadi alasan keempat dengan 9,2 persen suara responden. Sedangkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menempati posisi kelima dengan 8,2 persen responden yang menyebutnya sebagai alasan kepuasan,” pungkasnya.

Metode dan Waktu Pelaksanaan Survei

Survei Poltracking dilakukan pada 3–10 Oktober 2025 terhadap 1.220 responden di seluruh Indonesia. Metode survei menggunakan wawancara tatap muka oleh surveyor terlatih dengan margin of error ±2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei ini memberikan gambaran yang jelas tentang persepsi publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran setelah satu tahun berjalan. Dengan data yang diperoleh, dapat dilihat bahwa mayoritas masyarakat memiliki keyakinan dan kepuasan terhadap langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dalam beberapa waktu terakhir.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Publik

Beberapa faktor utama yang memengaruhi tingkat kepuasan publik antara lain:

  • Kepemimpinan yang Tegas: Banyak responden mengakui bahwa gaya kepemimpinan Prabowo memberikan rasa aman dan kepastian.
  • Program Bantuan Sosial: Program bantuan sosial yang dianggap efektif dan berdampak langsung pada masyarakat menjadi salah satu alasan utama kepuasan.
  • Kedekatan dengan Rakyat Kecil: Prabowo dianggap memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat luas, terutama kalangan bawah.
  • Penegakan Hukum dan Anti-Korupsi: Langkah-langkah pemerintah dalam membersihkan sistem korupsi dan meningkatkan penegakan hukum mendapatkan apresiasi dari sebagian besar responden.
  • Program MBG: Program makan bergizi gratis dianggap sebagai inisiatif positif yang membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dasar.

Dengan adanya survei ini, diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam memperbaiki kinerja dan menjawab harapan masyarakat secara keseluruhan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan