Setelah Pertemuan dengan Prabowo, Rektor Unmul Soroti Kebocoran Ekonomi Nasional


SAMARINDA, aiotrade
– Rektor Universitas Mulawarman (Unmul), Prof Abdunnur, mengungkapkan sejumlah arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto usai menghadiri pertemuan bersama 1.200 pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Pertemuan tersebut mempertemukan Presiden Prabowo dengan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dalam agenda pengarahan nasional terkait peran strategis kampus dalam pembangunan bangsa. Prof Abdunnur hadir didampingi tiga dekan dari rumpun sosial dan humaniora, yakni Dekan FKIP, Dekan FEB, serta Dekan FIB Unmul.

“Kami berbangga diundang dan berkesempatan hadir dalam pertemuan bersama Bapak Presiden RI di Istana Negara, didampingi Dekan FKIP, FEB, dan FIB Unmul,” kata Abdunnur saat dikonfirmasi, Sabtu (17/1/2026).

Soroti Kebocoran Pendapatan Negara

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan arahan secara umum kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi. Abdunnur menegaskan, tidak ada arahan khusus yang secara spesifik ditujukan kepada Universitas Mulawarman, termasuk terkait posisi Unmul sebagai kampus penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Sementara Bapak Presiden RI menyampaikan arahan secara umum kepada semua perguruan tinggi, baik PTN maupun PTS, dan belum ada tanya jawab dalam kesempatan tersebut,” ujar Abdunnur.

Meski bersifat umum, arahan Presiden menyoroti isu strategis nasional yang relevan dengan kondisi di Kalimantan Timur. Presiden menyinggung masih adanya potensi kebocoran pendapatan negara dari sektor eksploitasi sumber daya alam, seperti migas, kelapa sawit, hingga pertambangan.

“Bapak Presiden menyampaikan kondisi energi nasional dan situasi ekonomi Indonesia, termasuk kebocoran pendapatan negara dari beberapa kegiatan eksploitasi sumber daya mineral, di antaranya migas, sawit, dan pertambangan,” kata Abdunnur.

Hilirisasi dan Ketahanan Pangan

Selain itu, Presiden menekankan pentingnya hilirisasi industri agar kekayaan alam Indonesia memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional. Perguruan tinggi diharapkan mendukung langkah ini melalui riset dan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Isu lainnya yang menjadi fokus utama adalah percepatan program ketahanan dan kedaulatan pangan. Presiden menilai kualitas pemikiran dari dunia akademik sangat krusial dalam menjaga kekuatan bangsa menghadapi tantangan global.

“Peran pimpinan perguruan tinggi dan guru besar sangat penting untuk menjaga kekuatan bangsa,” ujar Abdunnur menirukan pesan Presiden.

Penambahan Anggaran Pendidikan Tinggi

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo turut menyampaikan komitmen pemerintah dalam penguatan sektor pendidikan tinggi. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah dengan memberikan tambahan anggaran yang cukup signifikan melalui kementerian terkait.

“Bapak Presiden RI menyampaikan adanya tambahan pagu anggaran sebesar 50 persen, dari Rp 8 triliun menjadi Rp 12 triliun,” kata Abdunnur.

Rencana Pertemuan Lanjutan

Sebagai tindak lanjut, Presiden berencana menggelar pertemuan lanjutan dengan pimpinan perguruan tinggi di masa mendatang. Hal ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan dunia akademik dalam mendukung pembangunan nasional.


Pertemuan ini menunjukkan bahwa pemerintah semakin memperhatikan peran perguruan tinggi dalam membangun bangsa. Dengan adanya arahan-arahan yang disampaikan, diharapkan universitas-universitas dapat lebih aktif dalam memberikan kontribusi positif bagi kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat.

Melalui kerja sama yang kuat antara pemerintah dan institusi pendidikan, diharapkan akan lahir inovasi-inovasi baru yang dapat membantu menghadapi tantangan global. Selain itu, peningkatan anggaran juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di tanah air.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan