
Rekomendasi Buy untuk Saham Bank Mandiri
Maybank Sekuritas Indonesia kembali memberikan rekomendasi buy terhadap saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) setelah rilis laporan keuangan pada Januari 2026. Analis Maybank Sekuritas, Jeffrosenberg Chenlim, menargetkan harga saham BMRI sebesar Rp 6.000 per saham. Target ini didasarkan pada valuasi 1,9x P/BV tahun 2026.
Kinerja Keuangan yang Stabil
Laba bersih Bank Mandiri pada Januari 2026 kembali normal dengan profitabilitas yang dinilai tetap solid. Proyeksi return on equity (ROE) mencapai 20,7%. Imbal hasil diharapkan tetap di atas 20% secara berkelanjutan, didukung proyeksi dividend yield di atas 8% untuk periode 2026–2028.
Meski demikian, Jeffrosenberg mengingatkan adanya risiko seperti penurunan kualitas aset dan kinerja penghimpunan dana (deposit franchise) yang lebih lemah dari ekspektasi.
Perkembangan Pendapatan dan Biaya
Pada Januari 2026, laba bersih bank-only tercatat sebesar Rp 4,7 triliun, turun 37% secara bulanan namun naik 16% secara tahunan. Ini mencerminkan normalisasi dari basis Desember 2025 yang tinggi.
Pendapatan bunga bersih (NII) tumbuh 10% secara tahunan, didukung pertumbuhan kredit sebesar 15,6% secara tahunan. Net interest margin (NIM) sedikit turun ke 4,25% (-11bps MoM, -14bps YoY).
Sementara itu, pendapatan berbasis komisi (fee income) turun 44,5% secara bulanan namun masih naik 6,2% secara year-on-year (yoy). Biaya kredit (credit cost) naik 49 bps secara bulanan tetapi turun 16 bps secara tahunan. Hal ini mengindikasikan belum adanya kekhawatiran struktural terhadap kualitas aset.
Momentum Pertumbuhan di Nalai
Dari sisi neraca, momentum pertumbuhan tetap terjaga. Kredit Bank Mandiri tumbuh 15,6% secara tahunan pada Januari 2026, sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh lebih tinggi sebesar 17,3% secara tahunan. Rasio CASA meningkat menjadi 72,9%.
Walaupun porsi deposito berjangka masih relatif tinggi, tekanan pendanaan dinilai terkendali dengan loan-to-deposit ratio (LDR) di level 92,4%. Penurunan tipis NIM mencerminkan normalisasi biaya dana, bukan pelemahan permintaan kredit.
Proyeksi Profitabilitas dan Dividen
Jeffrosenberg memperkirakan profitabilitas BMRI akan tetap kuat secara struktural, dengan ROE di atas 20% dan return on assets (ROA) stabil di kisaran 2,6%. Hal ini mendukung kemampuan bank dalam menghasilkan modal secara konsisten.
Dengan fundamental tersebut, dividend payout diperkirakan berkelanjutan, dengan proyeksi dividend yield di atas 8% pada tahun 2026 dan mendekati 9% pada 2027, memperkuat daya tarik total return saham BMRI.
Proyeksi Laba Bersih
Hingga akhir 2026, Maybank Sekuritas memperkirakan laba bersih BMRI bisa mencapai Rp 59,61 triliun, naik dari 2025 sebesar Rp 56,61 triliun. Sementara di 2027, laba bersih BMRI bisa mencapai Rp 64,68 triliun.
Kesimpulan
Rekomendasi buy dari Maybank Sekuritas menunjukkan optimisme terhadap kinerja Bank Mandiri. Meskipun ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan, fundamental yang kuat dan proyeksi kinerja yang positif membuat saham BMRI tetap menarik bagi investor. Dengan target harga yang realistis dan prospek dividen yang menjanjikan, BMRI tampaknya menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar