Setelah Saham Konglomerat Melonjak 2025, Ini Arahan Rotasi Sektor 2026

Setelah Saham Konglomerat Melonjak 2025, Ini Arahan Rotasi Sektor 2026

Perkembangan Saham Konglomerat dan Peluang Investasi di Tahun 2026

Pada tahun 2025, sejumlah saham konglomerat di pasar modal Indonesia mengalami peningkatan harga yang signifikan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana peluang rotasi sektoral dapat dimanfaatkan oleh para investor. Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, memberikan wawasan terkait tren tersebut.

Menurut Sukarno, hingga akhir tahun 2025, mayoritas saham konglomerat telah mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi sejak awal tahun. Ia menjelaskan bahwa rasio price to earning (P/E) yang tinggi dan price to book value (P/BV) yang masih rendah membuat beberapa saham tersebut memiliki potensi sebagai value play. Namun, secara jangka pendek, saham-saham ini dinilai kurang menarik untuk investasi.

Sektor Potensial untuk Tahun 2026

Menghadapi tahun 2026, Sukarno melihat adanya sejumlah sektor yang berpeluang tumbuh. Berikut adalah sektor-sektor yang diprediksi akan menjadi pilihan investasi:

  • Infrastruktur dan Transportasi: Sektor ini didukung oleh proyek pemerintah serta meningkatnya permintaan logistik.
  • Konsumer dan Ritel: Dukungan dari konsumsi domestik membuat sektor ini menarik untuk diperhatikan.
  • Energi dan Bahan Dasar: Sektor ini sensitif terhadap pergerakan harga komoditas, sehingga cocok untuk momentum trading.
  • Properti: Meskipun saat ini masih undervalue, bunga rendah dan proyek baru menunjukkan potensi yang baik.
  • Telco dan Digital: Sektor ini menarik secara jangka panjang melalui monetisasi konten.

Strategi Investasi di Tahun 2026

Sukarno menyarankan para investor untuk mempertahankan saham-saham yang sudah mengalami kenaikan harga tinggi, kecuali terjadi koreksi. Fokus pada value atau momentum dalam sektor favorit dinilai penting. Katalis utama yang perlu diperhatikan antara lain pemulihan ekonomi, konsumsi yang stabil, bunga rendah, dan harga komoditas global.

Daftar Saham Konglomerat Top Leaders

Sebagai informasi, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sejumlah saham konglomerat masuk dalam jajaran top leaders sejak awal tahun 2025. Beberapa saham yang mencuat antara lain:

  • DSSA milik Grup Sinarmas
  • DCII afiliasi Otto Toto Sugiri dan Anthony Salim
  • BRPT milik Prajogo Pangestu
  • BRMS dan BUMI afiliasi Grup Bakrie hingga Grup Salim

Perkembangan ini menunjukkan bahwa sektor konglomerat tetap menjadi perhatian utama bagi para investor. Namun, dengan kenaikan harga yang signifikan, strategi investasi perlu disesuaikan agar bisa memaksimalkan peluang yang ada.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan