Setelah Suporter, Pemain dan Pelatih Minta David Tak Mundur dari Jabatan Wapres Sriwijaya FC

Setelah Suporter, Pemain dan Pelatih Minta David Tak Mundur dari Jabatan Wapres Sriwijaya FC

Setelah Suporter, Pemain dan Pelatih Minta David Tak Mundur dari Jabatan Wapres Sriwijaya FC

Kedatangan Pemain dan Pelatih Sriwijaya FC ke Askot PSSI Palembang

Pada Minggu malam (9/11/2025), para pemain dan pelatih Sriwijaya FC datang ke kantor Askot PSSI Palembang untuk meminta Mohammad David tetap menjabat sebagai Wakil Presiden (Wapres) Sriwijaya FC. Kedatangan ini merupakan respons terhadap permintaan dari para suporter yang sebelumnya juga mengunjungi kantor tersebut.

Pertemuan antara pemain, pelatih, dan David berlangsung dalam suasana yang akrab. Mereka membahas isu mengenai kemungkinan mundurnya David dari jabatannya. Acara diakhiri dengan makan malam bersama, yang menunjukkan adanya komunikasi yang baik antara pihak-pihak terkait.

David, yang saat itu dikonfirmasi, mengakui kedatangan pemain dan pelatih ke Askot PSSI Palembang. Namun, hingga saat ini, ia belum memberikan kepastian apakah akan tetap menjabat atau mundur dari posisinya sebagai Wapres Sriwijaya FC.

Suporter Juga Meminta David Tetap Bertahan

Sebelumnya, puluhan suporter Sriwijaya FC yang tergabung dalam Sriwijaya Mania, Ultras Palembang, dan Singa Mania mengunjungi kantor Askot PSSI Palembang pada Sabtu (8/11/2025) malam. Mereka datang untuk meminta David tidak mundur dari jabatannya sebagai Wakil Presiden.

Capotifoso Ultras Palembang Qusoi menjelaskan bahwa kedatangan mereka adalah untuk menjelaskan kepada fans Sriwijaya FC bahwa video viral anti-kritik yang sempat beredar diduga kuat berasal dari buzzer yang tidak menyukai manajemen klub. Ia menegaskan bahwa para suporter yang aktif selalu mendukung klub tanpa mengabaikan aturan dan regulasi yang berlaku.

Qusoi juga menyampaikan bahwa orang yang membuat video tersebut tidak memahami regulasi dan prestasi yang diraih Sriwijaya FC. Menurutnya, orang tersebut hanya menggunakan baju batik dan menyatakan bahwa klub hanya memiliki satu poin, padahal ia tidak tahu bahwa jendela transfer baru akan dibuka pada Januari 2026.

Ia juga mengatakan bahwa suporter-sukuporter tersebut sudah aman dan kondusif dalam beberapa waktu terakhir. Mereka tidak melakukan tindakan anarkis seperti melempar botol atau menggunakan flare merah. Qusoi menekankan bahwa mereka bisa menerima kekalahan secara tenang.

Peran David dalam Keselamatan SFC

Menurut Qusoi, pihak suporter telah berkomunikasi secara rutin dengan David. Ia menegaskan bahwa saat ini pemain tidak bisa dikeluarkan, namun pada bulan Januari 2026, mereka akan bergerak untuk mengambil pemain berkualitas.

Qusoi juga mengimbau para fans SFC lainnya untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi negatif yang sering muncul. Ia menekankan bahwa David telah berkontribusi besar dalam menyelamatkan klub dari degradasi tahun lalu.

Dari hasil diskusi dengan David, tim Sriwijaya FC akan melakukan perombakan besar-besaran. Qusoi menjelaskan bahwa David berjanji untuk mengeluarkan 70 persen pemain pada putaran kedua musim ini.

Penjelasan dari Ketua Sriwijaya Mania

Ketua Sriwijaya Mania Eddy Ismail juga menyampaikan bahwa David telah berbuat banyak untuk Sriwijaya FC. Ia mengimbau para fans untuk mempercayai David karena perjuangannya yang luar biasa dalam menjaga kelangsungan klub.

Eddy menegaskan bahwa David telah menjadi tulang punggung dalam menjaga reputasi dan stabilitas klub. Ia berharap para penggemar dapat terus mendukung dan percaya pada langkah-langkah yang diambil oleh manajemen.

Kesimpulan

Kedatangan pemain dan pelatih Sriwijaya FC ke Askot PSSI Palembang menunjukkan bahwa ada keinginan kuat untuk menjaga stabilitas klub. Para suporter juga terus berupaya agar David tetap bertahan sebagai Wakil Presiden. Dengan komunikasi yang terjalin, diharapkan Sriwijaya FC dapat kembali bangkit dan menunjukkan performa terbaiknya di masa depan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan