Inisiatif Kesehatan untuk Perempuan Indonesia
Dalam memperingati Bulan Kesadaran Kanker Payudara yang jatuh setiap bulan Oktober, Satkaara Communications bekerja sama dengan SELANGKAH (Semangat Lawan Kanker) by Siloam menginisiasi program skrining kanker payudara gratis bagi perempuan Indonesia. Program ini khusus ditujukan kepada para guru, insan media, dan keluarga mereka.
Inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian terhadap dua mitra utama, yaitu tenaga pendidik dan media, yang selama ini menjadi garda depan dalam membangun kesadaran publik akan pentingnya kesehatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan edukasi kesehatan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara serta memperluas akses skrining bagi masyarakat.

SELANGKAH by Siloam menyambut baik kemitraan ini sebagai langkah nyata dalam memperluas akses layanan kesehatan preventif di Indonesia. Untuk itu, Satkaara Communications bersama tim SELANGKAH menyelenggarakan Webinar bertajuk Health Talk “Langkah Nyata Lawan Kanker Payudara: Dari Edukasi ke Aksi”, pada Kamis (6/11/2025).
“Deteksi dini adalah langkah paling efektif untuk menekan angka kematian akibat kanker payudara. Namun deteksi dini tidak akan berjalan tanpa kesadaran kolektif. Karena itu, kami sangat mengapresiasi inisiatif Satkaara Communications yang menggerakkan komunitas guru dan media, dua kelompok yang memiliki pengaruh besar dalam membangun budaya peduli kesehatan,” ujar Vania Lundina selaku PMO SELANGKAH.

Menurut data GLOBOCAN 2022, Indonesia mencatat sekitar 408.661 kasus kanker baru, di mana 16,2% atau 66.271 kasus merupakan kanker payudara. Dari total 242.988 kematian akibat kanker, sekitar 9,3% atau 22.598 kematian disebabkan oleh kanker payudara (GLOBOCAN, Global Cancer Observatory, 2022).
Secara global, setiap tahun ada 2,3 juta kasus baru, atau sekitar 11,6% dari semua kasus kanker pada wanita. Angka kematian mencapai 666.000 kematian, kira-kira 6,9% dari semua kematian kanker pada perempuan.
Ironisnya, di Indonesia sekitar 70% kasus baru terdeteksi pada stadium 3, padahal tingkat kesembuhan bisa mencapai hampir 100% pada stadium awal. Data ini menegaskan urgensi deteksi dini serta pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk edukasi kesehatan berkelanjutan di masyarakat.

Kolaborasi Satkaara dengan SELANGKAH tidak hanya menyentuh perempuan yang tersebar di 18 provinsi di seluruh Indonesia, namun juga tenaga pendidik asal Timor Leste. Mereka yang di Timor Leste dapat mengakses program SELANGKAH melalui Siloam Hospitals terdekat di Kota Kupang. Pendaftaran program SELANGKAH khusus dari hasil kolaborasi ini sudah dibuka sejak 24 Oktober 2025 dan masih akan berlanjut hingga tahun 2026.
“Mari kita ubah stigma menjadi pemahaman, takut menjadi keberanian, dan diam menjadi aksi nyata. Karena setiap langkah menuju deteksi dini adalah jalan menuju kehidupan yang lebih baik dan penuh harapan,” ucap Ruth Andriani selaku Senior Advisor Satkaara Communications.
Harapan Baru untuk Penderita Kanker Payudara Stadium Lanjut
Program skrining kanker payudara gratis ini memberikan harapan baru bagi perempuan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala meningkat, sehingga penyakit bisa dideteksi lebih dini dan penanganannya lebih efektif.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker payudara antara lain: * Mengatur pola hidup sehat dengan menjaga berat badan ideal dan rutin berolahraga. * Menghindari konsumsi alkohol dan rokok. * Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin seperti mammogram. * Memperhatikan perubahan pada payudara, seperti benjolan atau perubahan kulit.
Untuk penderita kanker payudara stadium lanjut, beberapa pengobatan yang tersedia antara lain: * Kemoterapi * Radioterapi * Terapi hormon * Terapi target
Setiap pilihan pengobatan memiliki harapan sembuh yang berbeda-beda, tergantung pada kondisi pasien dan stadium penyakit. Dengan dukungan medis yang tepat dan kesadaran diri yang tinggi, banyak pasien dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan penuh harapan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar