SRAJ Alami Kerugian di Semester I, Ini Rekomendasi Sahamnya

Featured Image

Kinerja Semester Pertama PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang Tidak Memuaskan

PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), yang dikenal sebagai pengelola Mayapada Hospital, mencatatkan kinerja yang kurang memuaskan pada semester pertama tahun 2025. Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan ini mengalami kerugian bersih sebesar Rp 65,55 miliar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan laba bersih sebesar Rp 9,65 miliar yang diraih pada semester yang sama tahun sebelumnya.

Meskipun pendapatan SRAJ meningkat sebesar 4,94% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 1,18 triliun, angka ini tidak cukup untuk menutupi penurunan laba bersih. Dibandingkan dengan pendapatan sebesar Rp 1,13 triliun pada periode yang sama tahun lalu, peningkatan ini tergolong kecil dan tidak mampu mengimbangi tekanan biaya operasional yang semakin tinggi.

Peningkatan Pendapatan di Berbagai Sektor

Secara rinci, semua pos pendapatan SRAJ mengalami kenaikan. Misalnya, pendapatan dari rawat inap meningkat menjadi Rp 971,80 miliar dari sebelumnya Rp 954,84 miliar. Sementara itu, pendapatan dari rawat jalan naik menjadi Rp 638,60 miliar dari Rp 559,57 miliar. Meskipun demikian, kenaikan pendapatan ini tidak diiringi dengan peningkatan signifikan dalam pendapatan per pasien (average revenue per patient/ARP), yang menjadi salah satu faktor penyebab penurunan margin laba.

Penyebab Kinerja yang Tertekan

Menurut Muhammad Wafi, Kepala Riset Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), kinerja SRAJ di semester pertama tahun 2025 cenderung tertekan. Meski pendapatan stabil, margin yang diperoleh sangat tipis sehingga laba bersih atau bottom line tidak optimal. Faktor utama yang menyebabkan hal ini adalah beban operasional yang tinggi serta tekanan biaya bahan baku medis.

Selain itu, adanya peralihan pasien ke layanan BPJS juga berdampak pada margin SRAJ. Biaya tenaga kerja dan medis SRAJ meningkat, terutama beban umum dan administrasi yang naik dari Rp 327,96 miliar menjadi Rp 412,55 miliar. Begitu pula dengan beban pokok pendapatan yang meningkat dari Rp 693,70 miliar menjadi Rp 726,37 miliar.

Strategi dan Prospek Masa Depan

Untuk menghadapi tantangan ini, Wafi menyarankan SRAJ agar fokus pada efisiensi dan diversifikasi layanan. Langkah seperti control biaya, pengembangan layanan premium, medical check-up, serta optimalisasi jaringan rumah sakit akan membantu menjaga profitabilitas perusahaan.

Dari segi prospek bisnis, permintaan layanan kesehatan masih memiliki tren positif, terutama akibat meningkatnya kesadaran masyarakat pasca-pandemi dan dukungan pemerintah. Namun, tekanan biaya operasional, regulasi tarif BPJS yang ketat, serta kompetisi antar rumah sakit swasta tetap menjadi tantangan.

Wafi memperkirakan prospek SRAJ masih moderat, meskipun ada peluang perbaikan di kuartal IV-2025 karena musim tinggi layanan kesehatan menjelang akhir tahun. Oleh karena itu, ia merekomendasikan investor untuk menahan saham SRAJ di harga Rp 10.000 per saham.

Rencana Ekspansi dan Investasi

Sebelumnya, dalam paparan publik secara daring pada Kamis (18/9/2025), Chief Financial Officer SRAJ Mark Lee Kristomo menyatakan bahwa pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12% YoY di akhir tahun ini. Untuk mendukung target tersebut, SRAJ tengah merancang beberapa rencana ekspansi.

Tahun ini, SRAJ sedang membangun dua rumah sakit baru, yaitu Mayapada Hospital Jakarta Timur dan Mayapada Apollo Batam International Hospital. Selain itu, terdapat dua proyek perluasan rumah sakit yang sudah ada, termasuk Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Mayapada Hospital Surabaya 1.

Kelima proyek tersebut direncanakan rampung secara bertahap pada awal tahun 2026 hingga 2027. Untuk mendukung agenda ini, SRAJ menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 700 miliar. Hingga saat ini, capex tersebut telah terserap sebesar 85%.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan