Sriwijaya FC Terpuruk di Dasar Klasemen Grup Barat Liga 2 Setelah Dikalahkan 7-2 oleh Garudayaksa FC

Sriwijaya FC Terpuruk di Dasar Klasemen Grup Barat Liga 2 Setelah Dikalahkan 7-2 oleh Garudayaksa FC

Kekalahan Telak Sriwijaya FC, Rekor Terburuk dalam Sejarah Klub

Sriwijaya FC kembali mengalami kekalahan yang sangat memalukan setelah kalah dengan skor 7-2 dari Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Bogor, pada Selasa (11/11/2025). Hasil ini menjadi salah satu kekalahan terbesar dalam sejarah klub sejak berdiri pada tahun 2004. Pecahnya rekor ini menunjukkan bahwa performa tim sedang dalam kondisi yang sangat buruk.

Kekalahan ini juga menjadi laga kesepuluh Sriwijaya FC tanpa meraih kemenangan. Dalam sepuluh pertandingan tersebut, mereka hanya mampu meraih dua hasil imbang dan delapan kekalahan. Hingga saat ini, tim hanya memiliki dua poin, menjadikannya terpuruk di dasar klasemen Liga Championship 2025/2026.

Pelatih Minta Maaf dan Berharap Dukungan Suporter

Pelatih kepala Sriwijaya FC, Budi Sudarsono, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Sumatera Selatan atas hasil buruk yang dialami oleh timnya. Ia juga memohon dukungan penuh dari para suporter agar tim bisa bangkit dan kembali menunjukkan performa terbaiknya.

“Saya yakin kalau kita kerja keras dan suporter terus mendukung, tim ini bisa bangkit,” ujar Budi dalam konferensi pers usai pertandingan. Ia menegaskan bahwa meskipun situasi saat ini sangat berat, ia dan para pemain akan terus berjuang tanpa menyerah.

Faktor Persiapan yang Kurang Memadai

Salah satu faktor penyebab kekalahan telak ini adalah minimnya persiapan tim. Sriwijaya FC hanya membawa 18 pemain dan tiba di Bogor sehari sebelum pertandingan. Setelah menjalani latihan singkat, mereka langsung turun bertanding melawan Garudayaksa FC.

Akibatnya, kondisi fisik pemain terlihat menurun di babak kedua. Dalam menit-menit akhir pertandingan, Garudayaksa FC dengan mudah menambah tiga gol ke gawang Gerri Mandagi, membuat Sriwijaya FC semakin terpuruk.

Performa yang Menurun Drastis

Musim Liga Championship 2025/2026 menjadi periode terburuk bagi Sriwijaya FC. Musim lalu, tim masih mampu menunjukkan performa yang cukup baik dengan kemenangan meyakinkan 5-1 atas Persikabo 1973. Namun, musim ini justru menunjukkan penurunan drastis.

Budi Sudarsono menegaskan bahwa meskipun dalam kondisi finansial sulit, ia dan para pemain akan tetap berjuang. “Sekarang situasinya berat, tapi saya selalu tekankan kepada pemain untuk kerja keras dan pantang menyerah. Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita berjuang bersama,” ujarnya.

Klasemen dan Kondisi Tim Saat Ini

Dengan hasil buruk yang terus terjadi, Sriwijaya FC kini terpaut enam poin dari Persekat Tegal yang berada di posisi kesembilan. Dari 10 laga yang sudah dijalani, tim hanya mampu meraih dua hasil imbang dan delapan kekalahan, dengan total 2 poin.

Kekalahan telak ini menjadi tantangan besar bagi manajemen dan pelatih untuk segera melakukan perbaikan. Dukungan dari para suporter dan komunitas sepak bola Sumatera Selatan sangat penting dalam membangkitkan semangat tim.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan