Strategi ALDO Capai Pertumbuhan Pendapatan 20% pada 2026


PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO), produsen kemasan kertas, mengumumkan strategi ambisius untuk mencapai pertumbuhan pendapatan sebesar 18 hingga 20 persen pada tahun 2026. Direktur Utama ALDO, Herwanto Sutanto, menjelaskan bahwa fokus utama perusahaan adalah meningkatkan segmen kemasan konsumer. Sebelumnya, ALDO lebih dikenal dengan bisnis kemasan industri, tetapi saat ini mereka beralih ke pasar yang dinilai lebih potensial.

Menurut Sutanto, ruang pasar kemasan industri semakin terbatas karena kinerjanya sangat bergantung pada industri utama. Hal ini mendorong ALDO untuk memperluas bisnis di segmen konsumer, yang menawarkan peluang pertumbuhan yang lebih besar.

Untuk mendukung strategi ini, ALDO akan membuka pabrik baru khusus produksi kemasan konsumer di bawah anak usaha mereka, PT Eco Paper Indonesia. Pabrik ini akan berfokus pada produksi kemasan makanan yang memenuhi standar food grade. Langkah ini dilakukan mengingat permintaan pasar terhadap kemasan konsumer terus meningkat.

Selain itu, ALDO juga mulai memperluas pasar ekspor, khususnya ke Amerika Serikat (AS). Meskipun volume ekspor belum besar, perusahaan telah melakukan pengiriman rutin ke AS. Sutanto menjelaskan bahwa alasan ekspansi pasar ini adalah adanya peluang dari kebijakan tarif antara AS dan China. Tarif impor yang tinggi terhadap produk asal China membuat pelaku usaha di AS mencari alternatif pemasok dari negara lain, termasuk Indonesia.

Perseroan juga berupaya memenuhi berbagai persyaratan ketat untuk pasar AS, termasuk aspek ketenagakerjaan, standar fasilitas kerja, serta gender dalam penyediaan jumlah toilet. Hal ini menjadi bagian dari komitmen ALDO untuk memenuhi standar internasional.

Dalam upaya mengoptimalkan penjualan, ALDO juga mulai memperhatikan pasar e-commerce dan pembelian makanan secara online. Perusahaan menyadari bahwa maraknya aktivitas belanja daring menggunakan kemasan plastik dapat merugikan lingkungan jika tidak diantisipasi.

Oleh karena itu, ALDO menyediakan solusi ramah lingkungan berupa hexa wrap, yaitu material kertas yang menjadi substitusi bubble wrap. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan.

Sutanto menambahkan bahwa ALDO juga memiliki target laba yang ambisius. Mereka berharap laba tahun ini bisa meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan tahun 2025. Ini menunjukkan bahwa strategi perusahaan telah terbukti efektif dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Dengan fokus pada inovasi, ekspansi pasar, dan keberlanjutan, ALDO menunjukkan komitmennya untuk menjadi pemain utama dalam industri kemasan kertas. Strategi yang dirancang tidak hanya bertujuan untuk pertumbuhan finansial tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan