Suara Rakyat Terdengar! Ateng Sutisna Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Majalengka ke Senayan

Kegiatan Reses Anggota DPR RI Komisi XII di Desa Anggrawati

Pada hari Kamis (17/10/2025), anggota DPR RI Komisi XII, H. Ateng Sutisna, menggelar kegiatan reses di Desa Anggrawati, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat setempat, sehingga dapat menjadi bahan masukan dalam pembuatan kebijakan yang lebih efektif dan berdampak nyata.

Dalam kesempatan tersebut, warga desa menyampaikan berbagai keluhan yang mereka alami sehari-hari. Beberapa isu utama yang disampaikan meliputi keterbatasan lapangan pekerjaan, kendala pasokan listrik di wilayah pedesaan, serta fluktuasi harga bahan pangan yang memengaruhi daya beli masyarakat.

H. Ateng Sutisna menanggapi hal tersebut dengan tegas. Ia menekankan bahwa pemerintah harus hadir dalam memastikan ketersediaan dan pemerataan pasokan listrik di daerah pedesaan. Menurutnya, masalah listrik sangat penting karena aktivitas ekonomi dan pendidikan sangat bergantung pada energi ini.

“Masalah listrik ini sangat penting. Banyak masyarakat yang mengeluh daya listrik tidak stabil, padahal aktivitas ekonomi dan pendidikan sangat bergantung pada energi ini,” ujarnya.

Selain itu, H. Ateng juga menyoroti pentingnya pemberdayaan tenaga kerja lokal. Ia menyarankan agar program pelatihan dan pengembangan keterampilan masyarakat diperluas, terutama di sektor pertanian dan industri rumah tangga. Tujuannya adalah agar masyarakat desa memiliki kemampuan dan peluang kerja yang memadai, bukan hanya bergantung pada sektor informal.

“Kita ingin masyarakat desa punya kemampuan dan peluang kerja yang memadai, bukan hanya bergantung pada sektor informal,” tambahnya.

Terkait dengan ketahanan pangan, H. Ateng menilai bahwa Majalengka memiliki potensi besar untuk menjadi daerah mandiri pangan. Namun, ia menekankan bahwa diperlukan dukungan kebijakan dan infrastruktur pertanian yang lebih kuat. Dengan adanya dukungan tersebut, hasil pertanian lokal bisa terserap dengan baik dan memberi nilai tambah bagi para petani.

“Kita harus pastikan hasil pertanian lokal bisa terserap dengan baik dan memberi nilai tambah bagi petani,” katanya.

H. Ateng menutup kegiatan reses ini dengan harapan agar aspirasi masyarakat Desa Anggrawati dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan kebijakan nasional di DPR RI. Ia menekankan bahwa kegiatan reses bukan sekadar formalitas, tetapi kesempatan nyata untuk menyuarakan kebutuhan rakyat di tingkat pusat.

“Reses ini bukan sekadar formalitas, tapi kesempatan nyata untuk menyuarakan kebutuhan rakyat di tingkat pusat,” pungkasnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan