Kritik Menu Makan Bergizi Gratis Selama Ramadan
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyoroti kualitas menu yang diberikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan. Hal ini dilakukan setelah muncul berbagai keluhan dari masyarakat mengenai isi paket makanan yang dianggap tidak sebanding dengan alokasi anggaran sebesar Rp 10.000 per porsi.
Sultan menyampaikan bahwa beberapa masyarakat merasa kecewa dengan kualitas menu yang diberikan. "Ada yang protes sepertinya materi (menu MBG) kurang pas. Saya sudah minta Sekretaris Daerah untuk segera memanggil penanggung jawab MBG," ujarnya.
Pada Ramadan tahun ini, banyak unggahan di media sosial yang menyoroti variasi menu di beberapa wilayah Yogyakarta. Menurut laporan tersebut, paket menu yang dibagikan hanya terdiri dari bahan-bahan seperti gorengan, roti kering, dan kacang. Hal ini membuat masyarakat khawatir tentang nilai gizi yang diberikan.
Instruksi untuk Perbaikan Menu
Sultan HB X menginstruksikan agar penanggung jawab program dapat melakukan perbaikan pada komposisi makanan. Ia juga meminta agar informasi harga per porsi dicantumkan secara transparan. "Harapan kami selain menu diperbaiki, juga ada (pencantuman) harganya, agar tidak terjadi sekadar anggapan (soal harga) 'ini-itu harganya tidak Rp10.000'," ujarnya.
Menurut Sultan, pencantuman harga pada setiap makanan paket MBG akan membuat pengelolaan program jauh lebih terbuka dan mampu menghindari polemik yang tidak perlu. Ia menjelaskan bahwa transparansi ini harus mencakup detail terkecil dari isi paket makanan tersebut agar tidak ada lagi keraguan mengenai ke mana anggaran tersebut dialokasikan.
"Misalnya dalam menu ada pisang, (itu dicantumkan) harganya berapa, supaya clear, sehingga jangan ada lagi pertanyaan-pertanyaan," kata Sultan.
Pembenahan Program Makan Bergizi Gratis
Melalui pembenahan ini, diharapkan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak lagi terkesan menyusun menu secara asal-asalan dan tetap mengedepankan standar kualitas meskipun menyajikan menu kering selama masa puasa.

Isi paket dari program makan bergizi gratis di SDN Slipi 15, kawasan Palmerah, Jakarta, 26 Februari 2026. Tempo/Martin Yogi Pardamean
Adapun Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional DIY, Gagat Widyatmoko menyatakan akan memperkuat transparansi dalam pelaksanaan program MBG pada Ramadan, salah satunya soal informasi harga. "Untuk penyampaian informasi harga pada menu MBG selama bulan Ramadan pada prinsipnya kami mendukung penuh langkah tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, rencana pencantuman harga pada menu MBG sebenarnya juga inisiatif dari BGN yang telah disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Satgas MBG DIY sebelumnya.
“Kami di BGN DIY juga telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran SPPG agar segera menindaklanjuti serta mengeksekusi penyertaan informasi harga pada paket MBG Ramadan sesuai ketentuan berlaku,” kata Gagat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar