
Pergerakan IHSG yang Terbatas dan Lonjakan Harga Saham
Pada awal perdagangan Kamis 18 Desember 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pergerakan yang terbatas. Meski indeks bergerak fluktuatif di kisaran 8.668 hingga 8.730, IHSG hanya terkoreksi tipis sebesar 1,66 poin atau 0,02 persen ke level 8.675,67. Namun, di tengah kondisi ini, beberapa saham justru melonjak tajam dengan kenaikan harga di atas 20 persen dalam waktu singkat.
Aktivitas transaksi di pasar modal terbilang ramai. Bursa mencatatkan volume perdagangan sebesar 11,6 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp6,26 triliun. Frekuensi transaksi juga cukup tinggi, hampir mencapai satu juta kali.
Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 292 saham menguat, 312 saham melemah, dan 189 saham bergerak stagnan. Di antara saham-saham besar yang tergabung dalam indeks LQ45, tercatat kenaikan sebesar 0,51 persen.
Saham-Saham yang Melonjak Lebih dari 20 Persen
Di tengah pergerakan IHSG yang relatif datar, beberapa saham mencuri perhatian karena lonjakan harga yang signifikan. Dua di antaranya bahkan menyentuh batas auto rejection atas (ARA).
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) mengalami kenaikan sebesar 24,68 persen ke level Rp985. Saham lainnya, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), ikut menanjak 24,56 persen dan diperdagangkan di harga Rp1.065. Lonjakan juga terjadi pada PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) yang naik 24,04 persen ke Rp129. Selanjutnya, PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) menguat 23,6 persen menjadi Rp110.
Saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) naik 22,11 persen ke Rp232, sementara PT Puri Sentul Permai Tbk (KTDN) mencatatkan kenaikan 21,23 persen ke level Rp1.285.
Tekanan di Sejumlah Saham, Top Losers Bertambah
Di sisi lain, tekanan jual masih membayangi beberapa saham. PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) menjadi saham dengan penurunan terdalam setelah turun 12,22 persen ke Rp3.160. PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) melemah 10,61 persen ke Rp320, disusul PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) yang terkoreksi 10,2 persen ke Rp132.
Tekanan juga dialami PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) yang turun 10 persen ke Rp135 dan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) yang melemah 8,84 persen ke Rp2.270.
Pengaruh Bursa Regional terhadap Pasar Domestik
Tekanan dari bursa regional turut membayangi pergerakan pasar domestik. Pada sesi yang sama, indeks Nikkei Jepang melemah 1,02 persen, Hang Seng Hong Kong turun 0,24 persen, dan Straits Times Singapura terkoreksi 0,16 persen. Sementara itu, indeks Shanghai justru menguat tipis 0,07 persen.
Peluang Cuan Masih Terbuka
Pergerakan saham yang kontras ini menunjukkan bahwa peluang cuan masih terbuka, meski indeks utama bergerak terbatas dan sentimen global belum sepenuhnya kondusif. Investor tetap bisa memperoleh keuntungan dari saham-saham yang mengalami lonjakan tajam, meskipun secara umum pasar sedang menghadapi tantangan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar