Survei BI: Dunia Usaha Kuat hingga Akhir 2025, SBT Tembus 10,61 Persen


aiotrade.CO.ID, JAKARTA – Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dilakukan oleh Bank Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar lapangan usaha masih mengalami pertumbuhan pada kuartal IV 2025. Angka Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,61 persen mencerminkan kemampuan pelaku usaha dalam menjaga kinerja meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan ekonomi.

Beberapa sektor tercatat memiliki kinerja paling kuat, antara lain jasa keuangan, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor, industri pengolahan, informasi dan komunikasi, hingga penyediaan akomodasi serta makan dan minum. Peningkatan konsumsi masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru menjadi faktor utama yang mendorong aktivitas usaha di akhir tahun 2025.

Dari sisi produksi, kapasitas terpakai dunia usaha tetap stabil pada tingkat 73,15 persen. Kondisi ini didukung oleh sektor pengadaan listrik serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang yang memastikan kelancaran aktivitas produksi lintas sektor.

Kondisi keuangan dunia usaha juga dinilai masih sehat. Likuiditas dan tingkat keuntungan pelaku usaha tetap terjaga, seiring dengan akses pembiayaan yang semakin mudah.

Masa depan dunia usaha diperkirakan akan semakin membaik. Responden SKDU memperkirakan kegiatan usaha pada kuartal I 2026 akan meningkat dengan SBT sebesar 12,93 persen, seiring masuknya musim panen dan meningkatnya permintaan masyarakat.

“Responden memprakirakan kegiatan usaha pada kuartal I 2026 meningkat dengan SBT sebesar 12,93 persen,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan, Senin (19/1/2026).

Peningkatan aktivitas usaha diperkirakan akan terjadi pada sejumlah sektor, seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta industri pengolahan, transportasi dan pergudangan, serta perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi mobil dan sepeda motor. Faktor pendorong utamanya adalah momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Sejumlah Sektor Menjadi Penopang Pertumbuhan

Berikut sejumlah sektor yang mencatatkan pertumbuhan signifikan:

  • Jasa Keuangan: Meningkatnya aktivitas transaksi dan layanan keuangan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja sektor ini.
  • Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor: Permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa di sektor ini tetap tinggi, terutama selama masa liburan.
  • Industri Pengolahan: Kemajuan teknologi dan efisiensi produksi membantu sektor ini tetap stabil.
  • Informasi dan Komunikasi: Perkembangan digital dan penggunaan internet menjadi penopang utama sektor ini.
  • Penyediaan Akomodasi serta Makan dan Minum: Tingginya permintaan wisatawan dan masyarakat untuk bersantai atau berkumpul meningkatkan aktivitas sektor ini.

Kondisi Produksi yang Stabil

Di sisi produksi, kapasitas terpakai dunia usaha tetap stabil di level 73,15 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sektor-sektor penting seperti pengadaan listrik dan air, serta pengelolaan sampah dan limbah, tetap menjaga kelancaran operasional.

  • Pengadaan Listrik dan Air: Memastikan ketersediaan energi dan air yang cukup untuk mendukung produksi.
  • Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang: Membantu menjaga lingkungan dan keberlanjutan operasional di berbagai sektor.

Kondisi Keuangan yang Sehat

Pelaku usaha tetap dapat menjaga likuiditas dan tingkat keuntungan mereka. Akses pembiayaan yang lebih mudah juga turut mendukung stabilitas keuangan.

  • Likuiditas: Pelaku usaha mampu memenuhi kebutuhan operasional tanpa kesulitan besar.
  • Keuntungan: Meski di tengah tantangan ekonomi, sejumlah pelaku usaha masih mampu mencatatkan keuntungan.

Prediksi Masa Depan

Berdasarkan survei, dunia usaha diperkirakan akan terus membaik. Peningkatan aktivitas usaha di kuartal I 2026 diprediksi akan terjadi di sejumlah sektor, termasuk pertanian, kehutanan, dan perikanan.

  • Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: Musim panen dan permintaan pasar yang meningkat akan mendorong pertumbuhan sektor ini.
  • Transportasi dan Pergudangan: Aktivitas logistik dan distribusi akan meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat.
  • Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor: Momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah akan meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa di sektor ini.

Prediksi ini menunjukkan bahwa dunia usaha akan terus tumbuh dan beradaptasi dengan kondisi ekonomi yang dinamis.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan