
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata harga beras mengalami kenaikan pada tahun 2025 dibanding 2024. Menanggapi itu, Direktur Utama Perusahaam Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Ahmad Rizal Ramdhan justru menyoroti tidak ada kenaikan harga beras maupun sembilan bahan pokok lain pada akhir Desember 2025.
Rizal mengatakan Bulog telah mengecek ke beberapa pasar bersama Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dan Satuan Tugas Pangan. “Enggak mungkin, karena buktinya di lapangan enggak ada yang naik,” katanya dalam Rakernas Bulog pada Ahad, 11 Januari 2026.
Dia merujuk pada harga eceran tertinggi sebesar Rp 12.500 untuk beras kualitas medium dan Rp 14.900 per kilogram beras kualitas premium. Ke depannya, Bulog akan berupaya memaksimalkan penyaluran beras kepada masyarakat, khususnya melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan kuota 1,5 juta ton selama 2026.
Sebelumnya, BPS mencatat lonjakan harga beras di tingkat eceran, grosir, hingga penggilingan. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, rata-rata harga beras per Desember 2025 naik dibandingkan Desember 2024.
“Harga beras yang kami sampaikan ini merupakan harga rata-rata beras yang mencakup berbagai kualitas dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia,” katanya dalam konferensi pers BPS pada Senin, 5 Januari 2026.
BPS mencatat rata-rata harga beras eceran pada Desember 2025 sebesar Rp 15.061 per kilogram, naik 3,68 persen jika dibandingkan pada Desember 2024. Di tingkat grosir, rata-rata harga beras pada Desember 2025 sebesar Rp 14.162 per kilogram, naik 5 persen jika dibandingkan pada Desember 2024. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga beras pada Desember 2025 sebesar Rp 13.488 per kilogram, naik 6,38 persen jika dibandingkan pada Desember 2024.
Jika dibandingkan secara bulan ke bulan, masih menurut data BPS, beras di tingkat eceran pada November 2025 seharga Rp 15.054 per kilogram, naik menjadi Rp 15.081 per kilogram pada Desember. Di tingkat grosir pada November seharga Rp 14.131 per kilogram, naik menjadi Rp 14.162 per kilogram pada Desember. Di tingkat penggilingan pada November seharga Rp 13.320 per kilogram, naik menjadi Rp 13.488 per kilogram pada Desember.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar